Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Hukum

Kisruh Pengurus Gapoktan Desa Geulanggang Kulam: Gudang Terlantar dan Dana Pembelian Beras Rp 100 Juta Tersangkut di Bank

39
×

Kisruh Pengurus Gapoktan Desa Geulanggang Kulam: Gudang Terlantar dan Dana Pembelian Beras Rp 100 Juta Tersangkut di Bank

Sebarkan artikel ini

BIREUEN/ACEH, KORANPEMBERITAANKORUPSI.ID

15 Juli 2024
Gudang Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terletak di Dusun Cot Bada, Desa Geulanggang Kulam, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh, mengalami keterlantaran selama sembilan tahun akibat konflik internal pengurus. Kisruh yang tak kunjung usai ini berdampak signifikan, termasuk dana sebesar Rp 100 juta untuk pembelian beras yang masih tersangkut di Bank BRI Medan.

Example 300x375

Munir Bakri Hasan, Ketua Gapoktan Geulanggang Jaya, secara tegas mendesak Geuchik (Kepala Desa) dan Tuha Peut (Badan Permusyawaratan Desa) untuk segera mengatasi permasalahan ini. Dalam pernyataan resminya, Munir menyatakan kekecewaannya terhadap situasi yang terus berlarut-larut tanpa adanya penyelesaian yang jelas.

“Kami sudah terlalu lama menunggu. Gudang yang seharusnya menjadi tempat penyimpanan dan pengolahan hasil panen kini terbengkalai. Selain itu, dana yang semestinya digunakan untuk kesejahteraan petani juga masih tersangkut di bank. Ini sangat merugikan kami,” tegas Munir.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, konflik internal pengurus Gapoktan ini bermula dari perbedaan pendapat mengenai pengelolaan dana dan aset kelompok tani. Beberapa pengurus menuduh adanya penyelewengan dana dan pengelolaan yang tidak transparan, sementara pihak lainnya membantah tuduhan tersebut dan menganggap konflik ini sebagai persaingan internal yang tidak sehat.

Munir menilai bahwa Geuchik Desa Geulanggang Kulam dan Tuha Peut kurang proaktif dalam menangani masalah ini, sehingga menyebabkan keterlambatan dalam penyelesaian kasus. Akibatnya, dampak negatif dari kisruh ini dirasakan oleh seluruh anggota Gapoktan, terutama para petani. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan bantuan dan fasilitas yang seharusnya disediakan oleh Gapoktan. Selain itu, dana sebesar Rp 100 juta yang masih tertahan di Bank BRI Medan menambah beban ekonomi bagi para petani yang sudah kesulitan.

Para petani berharap adanya intervensi dari pihak berwenang, baik pemerintah daerah maupun instansi terkait, untuk membantu menyelesaikan masalah ini. Mereka juga mendukung penuh langkah-langkah yang diambil oleh Munir Bakri Hasan dalam mendesak Geuchik dan Tuha Peut untuk segera mengakhiri konflik yang ada.

Dalam situasi yang semakin kritis ini, harapan besar diletakkan pada upaya mediasi yang lebih intensif dan solusi yang konkret agar Gapoktan Desa Geulanggang Kulam dapat kembali berfungsi normal. Diharapkan dana yang tersangkut di Bank BRI Medan segera dicairkan untuk kepentingan bersama, sehingga kesejahteraan para petani dapat terwujud.

Penanganan yang tepat dan segera dari pihak-pihak terkait menjadi kunci utama dalam mengakhiri permasalahan yang telah berlangsung terlalu lama ini. Dukungan dari seluruh anggota masyarakat Desa Geulanggang Kulam juga sangat diharapkan demi tercapainya solusi yang berkeadilan dan bermanfaat bagi semua pihak. (koranpemberitaankorupsi.id)

Example 300250
Daerah

. Post Views: 4,052