Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Hukum

Diduga Jadi Ajang Korupsi, Bangunan Rabat Beton di Desa Landbouw Hancur Parah

18
×

Diduga Jadi Ajang Korupsi, Bangunan Rabat Beton di Desa Landbouw Hancur Parah

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN/SUMATRA UTARA, KORANPEMBERITAANKORUPSI.ID

Baru selesai dikerjakan bangunan Rabat Beton bersumber dana desa (DD) Landbouw kecamatan Bandar, kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, rusak. Padahal baru selesai dikerjakan oleh warga.

Example 300x375

Rabat beton dengan volume panjang 193 meter X 3,0 X. 0,15 meter itu menelan biaya sebesar Rp. 158.648.000. Bersumber dari dana desa (DD) tahun anggaran 2024. Berlokasi di Dusun/Huta III Jalan Usaha Tani Nagori landbouw, di sebut – sebut warga sudah rusak, padahal baru beberapa hari selesai dikerjakan.

Warga Nagori landbouw mengatakan rabat beton itu tidak sesuai Spesifikasi bangunan, sehingga mengalami retak patah hingga dasar bangunan. Warga mendesak agar pangulu memperbaiki kerusakan bangunan tersebut.

” Baru selesai dikerjakan rabat beton udah rusak patah sampe dasarnya. Kita akan desak pangulu agar di perbaiki,” kata warga tersebut pada, jum,at (31/05/2024).

Warga yang enggan ditulis namanya oleh media ini menambahkan, bahwa dirinya sangat menyayangkan adanya rabat beton baru di bangun mengalami rusak itu.

” Anggaran ratusan juta seperti terbuang sia – sia karena pengerjaannya bangunan seperti tidak sesuai spesifikasi bangunan. Pangulu landbouw dan Pendamping Desa (PD) diduga sengaja mengurangi material bangunan untuk mencari keuntungan pribadi,” tuding warga tersebut.

Selain itu, warga menuding pangulu dan PD juga telah mengurangi upah para pekerja, sehingga selain memperoleh keuntungan dari sisa material, juga mendapat keuntungan dari menyunat upah para pekerja bangunan.

” Setahu saya, upah pekerja rabat beton itu lebih dari seratus lima puluh per meternya. Tapi, yang di bayarkan pangulu landbouw kepada pekerja tidak sampai segitu,” tuding warga kesal.

Warga yang enggan namanya di publikasikan itu berencana akan melaporkan dugaan pemotongan upah para pekerja tersebut kepada aparat penegak hukum (APH) Polres simalungun.

” Dalam waktu dekat saya dan kawan – kawan akan melaporkan dugaan korupsi DD Nagori landbouw ini kepada polres simalungun. Kita tidak boleh diam aja, harus kita kawal terus penggunaan dana desa landbouw ini,” tegasnya.

Selain menemukan adanya indikasi dugaan korupsi pada pelaksanaan bangunan rabat beton di nagori landbouw, warga juga menduga adanya main mata atau kongkalikong antara pangulu dan pendamping desa (PD) saat melaksanakan bangunan tersebut.

Sementara Kepala Desa atau pangulu nagori landbouw Haidir, belum dapat ditemui untuk di konfirmasi, terkait adanya bangunan rabat beton baru selesai dikerjakannya rusak.

berselang tidak lama Haidir dihubungi melalui telepon watsap,y bang aku datang ke rumah abang soreh. Tunggu di rumah..?

saat berbincang bincang dengan bapak Haidir.kepala desa di rumah jurnalis,beliau mengakui dalam satu titik pekerjaan rabat beton mendapat untung rp.30.000.000.jt
Ujarnya. Rijal (koranpemberitaankorupsi.id)

Example 300250
Daerah

. Post Views: 3,964