Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Hukum

Tidak Ada Papan Proyek Dana Desa: Kinerja Tuha Peut Desa Geulanggang Kulam Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Dipertanyakan

36
×

Tidak Ada Papan Proyek Dana Desa: Kinerja Tuha Peut Desa Geulanggang Kulam Kecamatan Kota Juang Kabupaten Bireuen Dipertanyakan

Sebarkan artikel ini

GEULANGGANG KULAM, BIREUEN/ACEH, KORANPEMBERITAANKORUPSI.ID

30.Juni.2024
Kinerja Tuha Peut Desa Geulanggang Kulam, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, tengah menjadi sorotan tajam masyarakat setempat. Ketidakadaan papan proyek dalam pelaksanaan proyek Dana Desa menimbulkan kekhawatiran terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana tersebut.

Example 300x375

Kurangnya Transparansi

Papan proyek merupakan elemen krusial dalam setiap proyek pembangunan yang didanai oleh Dana Desa. Papan ini berfungsi sebagai media informasi publik yang mencakup rincian proyek seperti jenis pekerjaan, jumlah anggaran, sumber dana, dan waktu pelaksanaan. Ketidakadaan papan proyek ini menimbulkan kecurigaan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat tentang potensi penyalahgunaan dana.

Kekecewaan Masyarakat

Beberapa warga Desa Geulanggang Kulam menyatakan kekecewaan mereka terhadap kinerja Tuha Peut. “Kami ingin tahu bagaimana Dana Desa digunakan. Tanpa papan proyek, kami tidak bisa mengawasi dan memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai kebutuhan desa,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Kondisi ini membuat masyarakat merasa diabaikan dan kurang dilibatkan dalam proses pembangunan desa mereka sendiri.

Tuha Peut Dinilai konspirasi dengan kepala desa

Tuha Peut Desa Geulanggang Kulam, yang seharusnya berperan sebagai pengawas penggunaan Dana Desa, dinilai tidak peduli terhadap kewajiban transparansi tersebut. Banyak warga merasa Tuha Peut tidak menjalankan fungsinya dengan baik, sehingga menimbulkan berbagai spekulasi dan ketidakpercayaan.

Rasa Takut Masyarakat untuk Menyuarakan Protes

Ketakutan untuk menyuarakan protes juga menjadi masalah yang mengemuka. Banyak warga memilih bungkam karena takut akan dampak sosial, seperti diisolasi atau mendapat tekanan dari pihak-pihak tertentu. Hal ini semakin memperparah situasi, karena kurangnya partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi penggunaan Dana Desa.

Permintaan Audit oleh Inspektorat

Inspektorat Kabupaten Bireuen diharapkan segera melakukan audit terhadap penggunaan Dana Desa di Desa Geulanggang Kulam. Ketidakhadiran papan proyek telah menjadi kebiasaan, dan bahkan ketika papan proyek ada, seringkali tidak dipasang di lokasi yang semestinya. Masyarakat menilai ada sesuatu yang disembunyikan.

“Kami akan melakukan audit dan pemeriksaan lapangan untuk memastikan bahwa semua proyek Dana Desa di Desa Geulanggang Kulam berjalan sesuai aturan. Jika ditemukan pelanggaran, akan ada sanksi tegas bagi yang bertanggung jawab,” tegas pegawai Inspektorat Kabupaten Bireuen, yang enggan disebutkan namanya.

Penutup

Situasi di Desa Geulanggang Kulam mengingatkan pentingnya transparansi dalam penggunaan Dana Desa. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana dana yang diperuntukkan bagi kesejahteraan mereka digunakan. Dengan demikian, diharapkan setiap proyek pembangunan desa dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat setempat.

Hal ini juga menjadi pelajaran penting bagi desa-desa lain di seluruh Indonesia untuk selalu mematuhi aturan dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan Dana Desa. Melalui komitmen ini, diharapkan pembangunan desa dapat berlangsung lebih efektif dan efisien, memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. (koranpemberitaankorupsi.id)

Example 300250
Daerah

. Post Views: 3,964