Aceh Utara/Aceh, koranpemberitaankorupsi.id
Kendati rumah bantuan setiap tahun disalurkan di Aceh, namun hasil pantauan lembaga anti korupsi setempat jumlah tempat tinggal tidak layak huni masih banyak di Aceh. Lembaga Aceh Corruption Watch (ACW) melakukan pemantauan keberadaan rumah tidak layak huni di kawasan pedalaman Aceh. Menurut Ketua ACW, rumah tidak layak huni masih banyak.

Masih banyak masyarakat Aceh utara Tempat tinggal yang kondisinya memperhatikan dan umumnya Aceh, seperti di Aceh Utara dan Lhokseumawe,” jelas Ketua ACW T. Saiful Ismail, Kamis (4/5). Menurutnya, terkait hal itu lembaga anti korupsi ini sering menerima keluhan masyarakat. Warga mengeluhkan tidak mendapat rumah bantuan, meskipun program rumah bantuan disalurkan setiap tahun.

“Salah satu keluhan warga pedalaman, sulit mendapatkan rumah bantuan,” jelas T. Saiful.
Ketua ACW khawatir, kondisi itu akibat realisasi rumah bantuan tidak tepat sasaran.
T. Saiful Ismail mengharapkan Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Aceh, segera verifikasi ulang calon penerima bantuan rumah.

“Perlu verifikasi faktual, agar tepat sasaran,” harapnya. Sementara itu, warga Aceh Utara mengakui hal serupa. Khususnya di Aceh Utara, masih banyak warga menempati rumah tidak layak huni. Diantaranya, warga Gampong Baktiya, Aceh Utara. M nur, 40 , warga Gampong Alue Ie puteh, Kecamatan Baktiya, Aceh Utara menjelaskan, beberapa rumah warga di sana kondisinya memperihatinkan. Salah satunya, rumah M. Jafar, muhammad jaban, Desa Alue Serdang, Kecamatan Baktiya. Nurmawati Desa krunglingka Barat, Nurjanah Janda Dua anak Desa Cot Ara Kec, yg sama.
Dan masih banyak lagi rumah warga yg tidak layak huni menurut M Nur, meskipun rumah bantuan telah disalurkan di Baktiya, namun masih banyak tempat tinggal di sana tidak layak lagi ditempati. (Wardi)
















