Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Diduga Buruknya Pelayanan UGD Puskesmas Sukaraja, Masyarakat Kecewa Dokter Jaga Tidak Ada di Tempat dan Masih Terjadi Dugaan Pungli

6
×

Diduga Buruknya Pelayanan UGD Puskesmas Sukaraja, Masyarakat Kecewa Dokter Jaga Tidak Ada di Tempat dan Masih Terjadi Dugaan Pungli

Sebarkan artikel ini

OKU Timur, Sumatera Selatan – MediaViral.co

Puskesmas Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Provinsi Sumatera Selatan, memiliki fasilitas Unit Gawat Darurat (UGD) yang beroperasi selama 24 jam untuk melayani masyarakat dalam penanganan kasus darurat medis tingkat pertama.

Example 300250

Fungsi utama UGD meliputi penanganan awal pasien gawat darurat, triase, stabilisasi pasien, rujukan, serta pelayanan kesehatan selama 24 jam.

Namun, masyarakat mengaku kecewa atas dugaan buruknya pelayanan UGD Puskesmas Rawat Inap Sukaraja, terutama pada malam hari. Kekecewaan tersebut terjadi setelah salah satu keluarga pasien membawa anggota keluarganya yang mengalami pingsan dan tidak sadarkan diri ke Puskesmas Sukaraja pada Kamis malam (18/6/2026).

Setibanya di ruang UGD, pasien langsung mendapatkan tindakan dan pemeriksaan dari dua perawat yang sedang bertugas. Akan tetapi, pihak keluarga mengaku kecewa karena dokter jaga tidak berada di tempat, padahal pasien yang ditangani dalam kondisi darurat.

Menurut keluarga pasien, salah seorang perawat sempat mencoba menghubungi dokter berinisial NH yang sedang piket malam melalui telepon. Namun, dokter tersebut dikabarkan tidak dapat datang ke puskesmas. Karena merasa kurang puas dengan pelayanan yang diberikan, pihak keluarga akhirnya berinisiatif membawa pasien ke salah satu klinik yang lokasinya tidak jauh dari puskesmas.

Salah satu anggota keluarga pasien yang turut mengantar ke puskesmas, Edi Kurniansah, SH, anggota DPRD Kabupaten OKU Timur dari Fraksi Partai Demokrat, menyampaikan kekecewaannya kepada awak media.

“Ini sangat disayangkan. Dokter yang piket tidak ada, padahal fasilitas puskesmas sudah menyediakan rumah dinas dokter. Untuk apa pemerintah daerah membangun fasilitas tersebut kalau tidak digunakan,” ujar Edi.

Ia juga menyatakan akan segera memanggil Kepala Puskesmas Sukaraja dan melaporkan persoalan tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur.

“Dalam waktu dekat saya akan memanggil kepala puskesmas dan melaporkan ke Dinas Kesehatan untuk menanyakan mengapa pelayanan puskesmas, terutama pada malam hari, dinilai buruk dan dokter yang piket sering kali tidak berada di tempat,” tambahnya.

Di tempat terpisah, wartawan mencoba melakukan konfirmasi ke Puskesmas Sukaraja. Namun, dokter berinisial NH tidak berada di lokasi. Salah seorang pegawai yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa dokter jaga sering tidak berada di puskesmas, terutama setelah pukul 12.00 WIB.

“Kalau ada pasien gawat darurat yang datang, biasanya Kepala UGD yang turun langsung untuk menangani,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 47 Tahun 2018, dokter pada UGD puskesmas rawat inap dapat berstatus on call di luar jam operasional. Namun, dokter tetap harus siap dipanggil dan datang tepat waktu apabila terdapat kasus gawat darurat.

Selain dugaan buruknya pelayanan UGD, di lingkungan Puskesmas Sukaraja juga muncul dugaan praktik pungutan liar (pungli). Berdasarkan informasi yang diterima awak media, dana kapitasi jasa BPJS yang diterima tenaga kesehatan diduga masih diwajibkan untuk disetorkan kembali kepada bendahara dengan nominal yang disebut mencapai lebih dari 50 persen.

Disebutkan pula bahwa kartu ATM para tenaga kesehatan dipegang oleh bendahara sehingga pemotongan dana dilakukan secara langsung setiap bulan. Selain itu, tenaga kesehatan yang diminta melakukan setoran balik diarahkan untuk mentransfer sejumlah uang ke rekening Bank Sumsel Babel atas nama berinisial “NK”. Informasi tersebut disertai adanya bukti transfer yang ditunjukkan kepada awak media.

Tak hanya itu, juga muncul dugaan adanya permintaan uang sebesar Rp150 ribu setiap tiga bulan sekali untuk pengurusan E-Kinerja. Padahal, pengisian E-Kinerja di Kabupaten OKU Timur diketahui tidak dipungut biaya.

Atas berbagai dugaan tersebut, masyarakat berharap Dinas Kesehatan Kabupaten OKU Timur segera melakukan pemeriksaan dan klarifikasi terhadap pihak Puskesmas Sukaraja. Apabila ditemukan adanya pelanggaran, masyarakat meminta agar tindakan tegas segera diambil demi meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Puskesmas Sukaraja dan dokter yang disebutkan dalam pemberitaan belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. (mediaviral.co)

Example 300x375