OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.co
Isu dugaan penyalahgunaan narkoba di lingkungan aparatur pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kian memanas. Video viral yang menyeret oknum Dinas Perhubungan (Dishub) OKI menjadi bola liar di media sosial dan memantik gelombang reaksi publik.
Sorotan tajam muncul setelah akun Facebook @Jurnalis PPWI OKI mengunggah pemberitaan terkait dugaan tersebut. Kolom komentar pun dibanjiri respons warganet yang mempertanyakan integritas aparatur pemerintah.
Akun bernama “Patin Ikan” menuliskan komentar yang cukup menghebohkan. Ia menyebut dugaan penyalahgunaan narkoba bukan sekadar ulah satu oknum.
“Tidak heran, sekarang ini banyak anggota Dishub OKI yang membeli sabu di Desa Serigeni Lama,” tulisnya.
Komentar tersebut memicu spekulasi bahwa persoalan ini diduga lebih luas dari sekadar kasus individual. Meski belum terverifikasi, pernyataan itu mencerminkan kecurigaan yang berkembang di tengah masyarakat.
Tak hanya itu, akun “Alex Jumbox” bahkan mendesak langkah konkret dan menyeluruh.
“Jangankan Dishub, dinas-dinas lain juga perlu diadakan tes urine,” tulisnya.
Desakan tes urine massal di seluruh dinas menjadi isu yang menguat. Warganet menilai, jika benar ada indikasi penyalahgunaan narkoba di kalangan ASN, maka tindakan tegas dan transparan harus segera dilakukan demi menjaga kepercayaan publik.
Keresahan masyarakat ini menjadi alarm serius bagi Pemerintah Kabupaten OKI. Integritas aparatur sipil negara merupakan fondasi pelayanan publik. Jika isu ini tidak ditangani secara terbuka dan profesional, dikhawatirkan akan merusak citra pemerintahan daerah secara keseluruhan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Dishub OKI maupun pemerintah daerah terkait video viral dan desakan tes urine massal tersebut. Publik kini menunggu langkah nyata: apakah akan ada investigasi menyeluruh, klarifikasi resmi, atau bahkan pemeriksaan internal?
Satu hal yang pasti, bola kini berada di tangan pemerintah dan aparat penegak hukum. Masyarakat OKI menuntut transparansi—bukan sekadar klarifikasi, tetapi tindakan. (Red/Tim Abs)
















