Lampung Utara – MediaViral.co
Proses penerimaan peserta didik baru di SMAN 3 Kotabumi menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mempertanyakan kejelasan sistem seleksi antara jalur prestasi dan jalur domisili yang dinilai belum transparan.
Berdasarkan penjelasan yang diterima masyarakat dari pihak sekolah, penerimaan melalui jalur domisili tidak sepenuhnya mengutamakan jarak tempat tinggal calon siswa dengan sekolah. Dalam proses seleksi tersebut, hasil tes disebut menjadi prioritas utama. Jika nilai peserta sama, maka penilaian dilanjutkan berdasarkan usia yang lebih tua, dan apabila masih sama baru mempertimbangkan jarak rumah ke sekolah.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Pasalnya, SMAN 3 Kotabumi dikenal sebagai salah satu sekolah favorit di Lampung Utara dengan jumlah pendaftar mencapai ribuan orang, sementara kuota penerimaan jalur domisili disebut terbatas.
Masyarakat menilai, apabila jalur domisili tetap mengutamakan hasil tes dibanding jarak tempat tinggal, maka tujuan utama jalur domisili dianggap tidak berjalan maksimal. Selain itu, sebagian warga juga mengkhawatirkan potensi terjadinya praktik tidak sehat dalam proses penerimaan siswa baru.
“Kalau jalur domisili tetap mengutamakan hasil tes, masyarakat jadi bingung. Seharusnya domisili lebih mengutamakan jarak tempat tinggal,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Warga berharap pihak sekolah maupun instansi terkait dapat memberikan penjelasan yang lebih terbuka mengenai mekanisme penerimaan siswa baru agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Selain itu, masyarakat juga meminta proses seleksi dilakukan secara transparan, adil, dan bebas dari dugaan praktik titipan maupun intervensi pihak tertentu demi menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut dari pihak sekolah terkait polemik tersebut. (mediaviral.co)
















