OKU Selatan, Sumatera Selatan – MediaViral.co
Pembangunan pagar makam di Simpang Pendagan, Kelurahan Pasar Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, menjadi sorotan masyarakat dan wartawan. Proyek tersebut diduga tidak memasang papan informasi proyek di lokasi pekerjaan sehingga menimbulkan berbagai pertanyaan di tengah publik.
Saat wartawan melakukan pantauan langsung ke lokasi pada Minggu (24/05/2026), proyek pembangunan pagar makam tersebut masih dalam tahap pengerjaan. Namun, tidak ditemukan papan informasi anggaran maupun keterangan kegiatan sebagaimana lazimnya proyek yang menggunakan dana pemerintah.
Kondisi ini memunculkan dugaan adanya ketidaktransparanan terkait sumber anggaran dan pelaksanaan proyek. Selain itu, proses pengerjaan di lapangan terlihat masih dilakukan secara manual tanpa menggunakan mesin molen untuk pengadukan material. Material yang digunakan juga tampak menggunakan batu kali.
Seorang pria yang mengaku sebagai pemborong proyek saat dikonfirmasi wartawan mengatakan bahwa pekerjaan sudah berlangsung selama dua hari.
“Kalau untuk upah semuanya sudah diborongkan dengan pekerja, nilainya Rp20 juta,” ujarnya singkat.
Dari hasil pantauan di lapangan, sebagian masyarakat turut mempertanyakan kualitas pembangunan pagar makam tersebut. Pasalnya, hasil pekerjaan dinilai kurang rapi sehingga menimbulkan dugaan pengerjaan dilakukan secara asal-asalan demi meraih keuntungan lebih besar.
Tidak adanya papan informasi proyek dinilai bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik. Masyarakat menilai setiap proyek pembangunan yang menggunakan anggaran pemerintah seharusnya mencantumkan informasi secara jelas agar dapat diketahui publik.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai sumber anggaran proyek maupun alasan tidak dipasangnya papan informasi proyek di lokasi pembangunan.
Masyarakat berharap instansi terkait segera melakukan pengecekan di lapangan serta memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan dugaan negatif di tengah masyarakat. Selain itu, warga juga meminta agar pembangunan dilakukan sesuai standar kualitas yang berlaku sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat dan tahan lama. (mediaviral.co)
















