Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Permasalahan Pendidikan OKI Kian Parah: Dugaan Pungli Rohis dan OSIS Mencuat, Plafon Sekolah Rusak

14
×

Permasalahan Pendidikan OKI Kian Parah: Dugaan Pungli Rohis dan OSIS Mencuat, Plafon Sekolah Rusak

Sebarkan artikel ini

OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.co

Permasalahan pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kembali menjadi sorotan. Selain kondisi plafon ruang kelas yang rusak, kini muncul dugaan pungutan liar (pungli) mingguan yang disebut masih berjalan di SMAN 1 Kayuagung melalui kegiatan Rohis (Rohani Islam) dan uang OSIS yang dinilai tidak transparan penggunaannya.

Example 300250

Keluhan masyarakat terhadap dunia pendidikan di OKI pun semakin mendalam. Warga mempertanyakan ke mana harus mengadu jika pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan dinilai tidak peduli, sementara aparat penegak hukum (APH) disebut belum mengambil langkah terkait berbagai persoalan pendidikan yang terjadi.

Meski telah beberapa kali diberitakan, kondisi plafon atap ruang kelas di SMAN 1 Kayuagung disebut tak kunjung diperbaiki. Di sisi lain, dugaan pungli mingguan terhadap siswa juga mulai mencuat. Pungutan tersebut disebut dilakukan dengan alasan pendanaan kegiatan Rohis serta pembayaran uang OSIS yang jumlah dan penggunaannya dianggap tidak jelas.

Seorang jurnalis dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) OKI mengaku kesulitan melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. Ia menyebut nomor WhatsApp miliknya diduga telah diblokir oleh Kabid SMA Disdik Sumsel, Basuni.

“Saat saya mencoba menghubungi melalui WhatsApp untuk meminta klarifikasi, baik terkait plafon rusak maupun dugaan pungli pada kegiatan Rohis dan uang OSIS, ternyata nomor saya telah diblokir. Ini membuat kami semakin curiga ada sesuatu yang tidak benar,” ujar salah satu jurnalis PPWI OKI.

Masyarakat juga mulai mempertanyakan dugaan adanya praktik suap di lingkungan Disdik Sumsel. Dugaan tersebut muncul karena berbagai persoalan pendidikan di OKI dinilai tidak pernah mendapatkan perhatian serius, mulai dari kerusakan fasilitas sekolah hingga dugaan pungli yang terus berlangsung.

“Ke mana harus mengadu jika Disdik Sumsel tidak peduli, dan APH tutup mata terkait permasalahan pendidikan di OKI? Termasuk soal pungli mingguan yang terus berjalan dengan dalih kegiatan Rohis dan uang OSIS yang tidak jelas penggunaannya,” ujar salah satu warga OKI.

Warga menduga pihak Disdik Provinsi Sumsel telah mengabaikan berbagai persoalan pendidikan di daerah tersebut, termasuk dugaan kelalaian dalam perbaikan infrastruktur sekolah serta pengawasan terhadap pungutan yang dibebankan kepada siswa.

“Kami sudah berusaha berbagai cara untuk menyampaikan keluhan, mulai dari masalah plafon sekolah hingga pungli mingguan untuk kegiatan Rohis dan uang OSIS, namun tidak ada tanggapan. Ini sangat menyakitkan karena yang dirugikan adalah anak-anak yang sedang menimba ilmu,” tambah warga lainnya.

Masyarakat berharap pemerintah provinsi maupun aparat penegak hukum segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan solusi terhadap berbagai persoalan pendidikan di OKI.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan maupun aparat penegak hukum terkait dugaan pungli mingguan, kerusakan fasilitas sekolah, serta dugaan tindakan tidak profesional dalam pelayanan konfirmasi kepada jurnalis. (mediaviral.co)

Example 300x375