Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Kepala Puskesmas Plimbang Sering Tebar Ancaman dan Arogansi Terhadap Bawahan: Warga Desak Pemerintah Kabupaten Bireuen Untuk Pindahkan Fauzi

356
×

Kepala Puskesmas Plimbang Sering Tebar Ancaman dan Arogansi Terhadap Bawahan: Warga Desak Pemerintah Kabupaten Bireuen Untuk Pindahkan Fauzi

Sebarkan artikel ini

BIREUEN/ACEH, KORANPEMBERITAANKORUPSI.ID

PLIMBANG, 04/06/2024. Suasana kerja yang seharusnya harmonis dan kondusif di Puskesmas Plimbang, Aceh, kini berubah menjadi penuh ketegangan. Kepala Puskesmas, Fauzi, diduga sering menebar ancaman dan bersikap arogan terhadap bawahannya, menciptakan lingkungan kerja yang tidak sehat dan meresahkan. Warga Plimbang dan para staf Puskesmas secara tegas mendesak pemerintah Kabupaten Bireuen untuk segera mengambil tindakan dengan memindahkan Kapus Fauzi dari jabatannya.

Example 300x375

1. Ancaman dan Intimidasi yang Berkelanjutan

Berbagai laporan dari staf Puskesmas Plimbang mengungkapkan bahwa Kapus Fauzi kerap kali menggunakan ancaman dan kata-kata kasar sebagai alat untuk mengendalikan bawahannya. Staf medis, administrasi, serta kepala Tata Usaha juga mengalami perlakuan dan ucapan yang tidak pantas, seperti disebut dengan kata-kata kasar, “babi gila.” Staf lainnya mengaku sering kali diancam akan dipecat atau dipindahkan ke posisi yang tidak diinginkan jika tidak menuruti perintahnya. “Kami bekerja dalam keadaan tertekan, ketakutan setiap hari. Kapus Fauzi sering kali mengancam kami, membuat kami merasa tidak aman dan tertekan,” ujar seorang pegawai yang enggan disebut namanya. Beberapa ASN bahkan sudah dua tahun tidak mendapatkan tanda tangan SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) tanpa alasan yang jelas. Setiap apel Senin, Fauzi kerap menyinggung personal bawahannya di depan umum dan tidak pernah mendukung program Puskesmas seperti TB, kusta, dan lainnya.

2. Reaksi Warga Plimbang

Tindakan Fauzi yang intimidatif tidak hanya mempengaruhi moral dan semangat kerja staf Puskesmas, tetapi juga meresahkan warga Plimbang. Masyarakat mulai menyadari bahwa layanan kesehatan di Puskesmas menjadi tidak optimal akibat tekanan yang dialami oleh para petugas kesehatan. “Kami melihat pelayanan semakin menurun. Petugas terlihat tidak bersemangat dan terbebani. Ini sangat memprihatinkan,” ujar seorang warga Plimbang.

3. Desakan kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen

Situasi ini mendorong warga Plimbang untuk bersatu dalam mendesak pemerintah Kabupaten Bireuen agar segera memindahkan Kapus Fauzi dari posisinya. Beberapa tokoh masyarakat telah mengajukan petisi kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen untuk menangani masalah ini secepatnya. “Kami tidak bisa lagi diam. Ini sudah berlarut-larut dan harus segera diselesaikan. Kami meminta pemerintah kabupaten untuk bertindak tegas,” tegas seorang pemimpin masyarakat setempat.

4. Pengakuan dan Kesaksian Bawahannya

Banyak staf Puskesmas yang memberanikan diri memberikan kesaksian tentang perlakuan Fauzi yang mengancam dan intimidatif. Mereka berharap suara mereka didengar dan direspon dengan tindakan nyata. “Kami mencintai pekerjaan kami, tapi dengan kondisi seperti ini, kami merasa tidak bisa memberikan pelayanan yang terbaik bagi pasien. Kami berharap ada perubahan segera,” kata seorang perawat.

5. Dampak Terhadap Pelayanan Kesehatan

Tekanan yang dialami oleh staf Puskesmas tidak hanya berdampak pada kesejahteraan mereka, tetapi juga pada kualitas pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat. Banyak pasien yang mengeluh tentang layanan yang lambat dan kurang ramah, yang diduga akibat dari tekanan kerja yang dialami oleh petugas kesehatan. “Pelayanan jadi tidak maksimal. Kami merasa tidak nyaman dan khawatir dengan kondisi ini,” ungkap seorang pasien.

6. Tuntutan Resmi

Petisi yang diajukan warga Plimbang kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bireuen berisi tuntutan agar Kapus Fauzi segera dipindahkan dari jabatannya. Warga berharap pemerintah mengambil tindakan cepat untuk mengembalikan kenyamanan dan profesionalisme di Puskesmas Plimbang. “Kami hanya ingin layanan kesehatan yang baik dan lingkungan kerja yang aman untuk para petugas. Kami mendesak agar ini segera ditindaklanjuti,” kata seorang perwakilan warga.

Kesimpulan

Kasus ini mencerminkan pentingnya pengawasan dan penegakan etika kerja di lingkungan pelayanan publik. Kejadian di Puskesmas Plimbang menuntut perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Bireuen untuk memastikan bahwa pimpinan yang bertindak tidak sesuai etika dapat segera ditindak. Diharapkan dengan tindakan yang tepat, kondisi kerja di Puskesmas Plimbang dapat kembali kondusif dan pelayanan kepada masyarakat dapat ditingkatkan. Arizal Mahdi (koranpemberitaankorupsi.id)

Example 300250