Bengkulu, 27 Februari 2026 – MediaViral.co
Bangunan UPTD Puskesmas Lingkar Barat Kota Bengkulu yang belum lama berdiri kini menuai sorotan tajam. Gedung pelayanan kesehatan yang disebut menelan anggaran sekitar Rp1,8 miliar itu diduga sudah mengalami retak-retak di sejumlah bagian, termasuk di lantai dua.
Saat awak Mediaviral.co turun langsung ke lokasi pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB, tampak jelas retakan pada dinding dan lantai di ruang kerja staf serta ruang kepala UPTD. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran serius, mengingat bangunan masih tergolong baru.
Kepala UPTD berinisial T saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya tidak mengetahui persoalan teknis pembangunan.
“Kami tidak tahu masalah pembangunan. Kami hanya menempati saja,” ujarnya singkat.
Pernyataan itu justru memunculkan pertanyaan publik: bagaimana mungkin gedung miliaran rupiah yang baru selesai dibangun sudah menunjukkan tanda-tanda kerusakan?
Retakan di lantai dua dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pegawai maupun masyarakat yang datang berobat. Jika terjadi gempa bumi, risiko kerusakan bisa lebih parah dan mengancam nyawa.
Proyek dengan nilai anggaran fantastis tersebut kini menjadi perbincangan warga. Dugaan pekerjaan yang tidak maksimal oleh kontraktor pun mencuat. Masyarakat mendesak adanya pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas konstruksi.
Sorotan juga diarahkan kepada fungsi pengawasan teknis dan proses serah terima pekerjaan. Apakah proyek sudah melalui uji kelayakan bangunan? Apakah spesifikasi teknis benar-benar dijalankan sesuai kontrak?
Mediaviral.co meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Bengkulu untuk melakukan audit menyeluruh, serta mendorong Kejaksaan Negeri Kota Bengkulu agar menelusuri jika terdapat indikasi pelanggaran dalam proses pembangunan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor pelaksana proyek belum memberikan keterangan resmi untuk hak jawab.
Gedung pelayanan kesehatan seharusnya menjadi simbol keamanan dan kenyamanan masyarakat. Namun jika bangunan baru saja berdiri sudah retak-retak, publik wajar bertanya: ada apa di balik proyek Rp1,8 miliar ini? Siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan? (mediaviral.co)
















