Way Kanan, Lampung – MediaViral.co
Proyek renovasi Gedung UPT Puskesmas Bumi Baru, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, diduga dikerjakan secara asal-asalan oleh pihak pelaksana. Pekerjaan yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Kesehatan Kabupaten Way Kanan tersebut kini menuai kritik dan tanda tanya besar dari masyarakat.
Berdasarkan data yang dihimpun, proyek ini memiliki nomor kontrak K-001/SPK-KES/APBD-DAK/IV.02WAK/2025 dengan nilai kontrak mencapai Rp 2.723.946.540,00 (Dua miliar tujuh ratus dua puluh tiga juta sembilan ratus empat puluh enam ribu lima ratus empat rupiah). Pelaksana proyek diketahui adalah CV. KAMTURA WK, dengan sumber dana berasal dari APBD-DAK Tahun Anggaran 2025.
Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan dugaan kuat bahwa pekerjaan dilakukan tidak sesuai spesifikasi teknis. Sejumlah bagian bangunan terlihat mengkhawatirkan, terutama pada cor tiang tengah yang tampak kecil dan cor sloof yang dinilai tidak memenuhi standar kekuatan konstruksi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bangunan akan rawan retak atau ambruk di kemudian hari.
Selain itu, di papan informasi publik proyek tersebut tidak tercantum waktu mulai dan batas akhir pekerjaan, sehingga publik sulit mengetahui masa pelaksanaan dan penyelesaian proyek. Hal ini memicu pertanyaan dari masyarakat mengenai transparansi penggunaan dana negara yang bersumber dari uang rakyat.
“Papan proyeknya saja tidak jelas kapan mulai dan kapan selesai. Bangunannya pun terlihat dikerjakan asal jadi. Padahal ini fasilitas kesehatan yang akan digunakan masyarakat,” ujar salah satu warga sekitar dengan nada kecewa.
Masyarakat berharap instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan ulang terhadap proyek tersebut. Mereka juga meminta aparat penegak hukum dan inspektorat daerah meninjau indikasi adanya pengurangan material yang dapat merugikan negara.
“Kalau pekerjaan seperti ini dibiarkan, bisa berbahaya bagi tenaga medis dan masyarakat yang datang berobat. Kami minta Dinas Kesehatan Way Kanan bertanggung jawab dan menindak tegas kontraktor yang bermain-main dengan kualitas bangunan,” tegas warga lainnya.
Dengan nilai proyek yang mencapai miliaran rupiah, publik menilai tidak seharusnya hasil pekerjaan tampak asal-asalan. Transparansi, pengawasan ketat, dan tanggung jawab moral menjadi hal penting agar anggaran negara benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk memperkaya pihak tertentu. (***)
















