BIREUEN/ACEH, KORANPEMBERITAANKORUPSI.ID
11/07/2024
Sudah 2,5 tahun sejak kebakaran tragis yang melanda Desa Beunyot pada malam Minggu, 5 November 2021. Peristiwa yang menghanguskan empat rumah ini telah meninggalkan trauma mendalam bagi warga yang terdampak, namun hingga kini bantuan dari pemerintah Kabupaten Bireuen belum juga terealisasi.
Musibah kebakaran tersebut menyebabkan empat keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda mereka. Meski Pejabat (PJ) Bupati Bireuen saat itu, Dra. Cut Fatmawati, telah mengunjungi lokasi kejadian dan berjanji akan segera membangun kembali rumah-rumah yang terbakar, realisasinya masih nihil. Kunjungan tersebut memberikan harapan bagi para korban, namun hingga sekarang, belum ada tindakan nyata yang diambil.
Sebagai salah satu upaya untuk mendapatkan bantuan, para korban telah mengajukan permohonan ke Kantor Baitul Mal Bireuen. Baitul Mal sendiri telah berjanji, atas perintah PJ Bupati, bahwa rumah-rumah tersebut akan segera dibangun kembali. Sayangnya, janji ini hanya tinggal janji. Sudah dua kali pihak Baitul Mal melakukan kunjungan ke lokasi kebakaran. Para korban bahkan telah dua kali diambil foto dan data diri sebagai bagian dari proses verifikasi bantuan, namun pembangunan yang dinantikan belum juga dimulai.
“Sampai sekarang, belum ada tanda-tanda pembangunan rumah kami. Kami sudah ke Baitul Mal, sudah difoto dua kali, tapi tidak ada tindakan nyata,” ujar salah satu korban kebakaran dengan nada kecewa.
Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai keseriusan pemerintah Kabupaten Bireuen dalam menangani musibah yang menimpa warganya. Padahal, dukungan moral dan materiil sangat dibutuhkan oleh para korban untuk bangkit dari keterpurukan pasca musibah.
Tokoh masyarakat Bunyot yang tidak mau disebut kan namanya, dalam keterangannya, juga menyatakan keprihatinannya atas lambatnya respons pemerintah. “Warga kami sangat membutuhkan bantuan. Kami berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata, bukan hanya janji-janji kosong,” tegasnya.
Banyak pihak mendesak agar pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran dan memulai pembangunan rumah-rumah yang terbakar. Selain itu, diperlukan juga transparansi mengenai proses bantuan agar masyarakat dapat memantau dan memastikan bahwa janji-janji yang telah diberikan dapat direalisasikan dengan baik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Baitul Mal maupun Pemerintah Kabupaten Bireuen mengenai kelanjutan bantuan untuk para korban kebakaran di Desa Beunyot. Para korban dan masyarakat setempat terus berharap agar perhatian pemerintah tidak hanya sekedar kunjungan dan janji, tetapi diwujudkan dalam bentuk tindakan nyata yang dapat meringankan beban mereka. Arizal Mahdi (koranpemberitaankorupsi.id)
















