Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Bangunan Perumda Way Komering Terbengkalai Selama Tiga Tahun, Anggaran Rp2,81 Miliar Diduga Belum Memberikan Manfaat

26
×

Bangunan Perumda Way Komering Terbengkalai Selama Tiga Tahun, Anggaran Rp2,81 Miliar Diduga Belum Memberikan Manfaat

Sebarkan artikel ini

OKU Timur, Sumatera Selatan – MediaViral.co

Pembangunan Perumda Way Komering Unit Margo Mulyo di Kecamatan Belitang II, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Provinsi Sumatera Selatan, diduga belum memberikan asas manfaat bagi masyarakat. Bangunan yang dibangun pada Tahun Anggaran 2023 tersebut kini terkesan terbengkalai. Halaman dan teras bangunan telah ditumbuhi semak belukar.

Example 300250

Tidak hanya itu, beberapa bagian dinding bangunan mulai retak, pintu mengalami kerusakan, serta instalasi listrik, seperti lampu dan stop kontak, sudah tidak ada lagi. Diduga, sejumlah fasilitas tersebut telah dimanfaatkan oleh pihak lain. Pagar tembok di bagian samping bangunan juga terlihat mulai miring karena sejak dibangun pada tahun 2023 hingga saat ini tidak pernah mendapatkan perawatan.

Proyek tersebut merupakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sumur bor untuk wilayah pelayanan Desa Margo Mulyo, Karang Manik, Sri Bantolo, Sumber Rahayu, Ulak Buntar, dan Sri Budaya, Kecamatan Belitang II. Kegiatan ini berada di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten OKU Timur dengan pagu anggaran sebesar Rp2.810.000.000,00 pada Tahun Anggaran 2023.

Pekerjaan dilaksanakan oleh CV Anco Jaya yang beralamat di Jalan Kolonel Wahid Udin, Lingkungan VI, Serasan Jaya, Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Berdasarkan hasil pantauan awak media di lapangan, bangunan tersebut hanya berupa gedung tanpa terlihat adanya mesin pengolahan air. Selain itu, jaringan pipa untuk menyalurkan air bersih ke rumah-rumah warga juga belum terpasang.

Kondisi tersebut sangat disayangkan karena bangunan yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat hingga kini belum dapat difungsikan.

Salah seorang warga setempat mengatakan bahwa bangunan tersebut belum bisa beroperasi karena tidak memiliki mesin.

«”Bagaimana mau beroperasi, mesinnya saja tidak ada. Sempat ada, tetapi tidak lama kemudian diangkut lagi dan dibawa ke Tuan Ulung, katanya mau dipasang di sana,” ungkapnya.»

Warga juga berharap agar bangunan tersebut segera difungsikan sehingga dapat mengalirkan air bersih ke rumah-rumah.

«”Kami masyarakat di sini sangat berharap bangunan tersebut segera berfungsi mengaliri air ke rumah-rumah. Bahkan, kami sudah mengumpulkan fotokopi Kartu Keluarga sebagai persyaratan,” tambahnya.»

Pembangunan SPAM pada dasarnya bertujuan meningkatkan pelayanan air bersih melalui jaringan perpipaan di kawasan pedesaan agar masyarakat memperoleh akses air minum yang layak, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Namun, hingga kini proyek tersebut belum berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi itu menimbulkan pertanyaan dari masyarakat terkait realisasi pemanfaatan anggaran yang telah dialokasikan.

Pengawasan terhadap pelaksanaan proyek menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, khususnya Dinas PUTR Kabupaten OKU Timur, termasuk Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), serta pihak konsultan pelaksana.

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan sesuai tujuan pembangunan. Selain itu, apabila ditemukan adanya dugaan pelanggaran dalam pelaksanaan proyek, masyarakat berharap aparat penegak hukum, termasuk Kejaksaan Negeri OKU Timur, dapat melakukan penelusuran sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (mediaviral.co)

Example 300x375