Pematang Sawa, Tanggamus, Lampung — MediaViral.co
Di balik indahnya lautan dan pesona alam di Pekon Tampang Tua, Kecamatan Pematang Sawa bagian Selatan, Kabupaten Tanggamus, tersimpan kisah pilu yang menyayat hati.
Seorang wanita bernama Marsunah, warga asli Pekon Tampang Tua, sempat merantau ke Jakarta demi mencari kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya. Namun, di tengah perjuangan hidup di ibu kota, Marsunah jatuh sakit hingga akhirnya meninggal dunia pada Kamis, 14 Mei 2026 sekitar pukul 13.00 WIB.
Jenazah almarhumah kemudian dipulangkan ke kampung halamannya menggunakan ambulans dari Jakarta. Namun, kenyataan pahit kembali harus dihadapi pihak keluarga. Ambulans yang membawa jenazah hanya mampu tiba di Pelabuhan Kota Agung karena akses jalan menuju Pekon Tampang Tua belum memadai dan belum dapat dilalui kendaraan roda empat.
Dengan penuh duka dan air mata keluarga, jenazah Marsunah akhirnya harus diteruskan menggunakan perahu viber milik warga agar dapat sampai ke rumah duka di Pekon Tampang Tua sekitar pukul 05.00 WIB.
Peristiwa tersebut menjadi gambaran nyata sulitnya akses transportasi yang masih dialami masyarakat di wilayah Pematang Sawa bagian Selatan. Hingga saat ini, warga masih bergantung pada jalur laut, bahkan untuk membawa orang sakit maupun jenazah warga yang meninggal dunia.
Kondisi itu memunculkan keprihatinan mendalam dari masyarakat setempat. Mereka berharap pemerintah segera memberikan perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.
Masyarakat Pematang Sawa bagian Selatan meminta kepada Pemerintah Kabupaten Tanggamus, Pemerintah Provinsi Lampung, hingga Pemerintah Pusat agar pembangunan Jalan Tembus Way Nipah–Tampang Tua dapat menjadi prioritas utama.
Bagi warga, jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan akses harapan, jalur kehidupan, dan bentuk nyata kepedulian kemanusiaan bagi masyarakat yang selama ini hidup dalam keterisolasian.
Warga berharap, ke depan tidak ada lagi masyarakat yang harus menyeberangi laut demi mendapatkan pengobatan, serta tidak ada lagi jenazah yang dipulangkan menggunakan perahu akibat sulitnya akses darat. (mediaviral.co)
















