Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pertanggungjawaban Dana Desa Rp 718 Juta di Gampong Lhokseutuy Berujung Ricuh, Warga Soroti Dugaan “Upah Bocor”

273
×

Pertanggungjawaban Dana Desa Rp 718 Juta di Gampong Lhokseutuy Berujung Ricuh, Warga Soroti Dugaan “Upah Bocor”

Sebarkan artikel ini

Aceh Utara – MediaViral.co

Musyawarah pertanggungjawaban penggunaan dana desa tahap akhir masa jabatan di Gampong Lhokseutuy, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, berujung ricuh pada Senin (2/3) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

Example 300250

Rapat tersebut membahas realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong (APBG) Tahun 2025 dengan total anggaran mencapai Rp 718.188.000. Forum yang awalnya berjalan normal berubah memanas ketika sejumlah warga mempertanyakan rincian penggunaan anggaran di berbagai sektor.

Beberapa item yang disorot masyarakat antara lain pembangunan jalan usaha tani, rabat beton, kegiatan PHBI, dana ketahanan pangan, hingga saluran irigasi. Mantan Geuchik Lhokseutuy, Safpriadi, telah menyampaikan laporan pertanggungjawaban. Namun, sejumlah peserta musyawarah menilai jawaban yang diberikan tidak selaras dengan kondisi di lapangan.

Puncak ketegangan terjadi saat pembahasan dana ketahanan pangan, khususnya pada pekerjaan pembersihan saluran yang dikerjakan langsung oleh masyarakat. Dalam realisasi anggaran disebutkan upah pekerjaan sebesar Rp 15.000 per meter. Namun warga mengaku hanya menerima Rp 10.000 per meter.

Total anggaran yang dialokasikan untuk pembersihan saluran tercatat sebesar Rp 102.147.580 dengan panjang keseluruhan 3.376 meter. Jika dihitung berdasarkan upah yang diterima masyarakat, yakni Rp 10.000 per meter, total yang dibayarkan hanya sekitar Rp 33.760.000. Artinya, terdapat selisih sekitar Rp 68.387.580 yang hingga kini belum mendapat penjelasan memuaskan.

“Kami hanya menerima Rp 10 ribu per meter, padahal di laporan Rp 15 ribu. Sisanya ke mana? Kami minta hak kami dipenuhi,” ujar salah seorang warga dalam forum tersebut.

Situasi rapat semakin memanas hingga akhirnya musyawarah ditunda dan dijadwalkan kembali pada Rabu mendatang. Warga menegaskan akan terus memperjuangkan hak mereka dan meminta kejelasan atas dugaan selisih anggaran tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan terkait klarifikasi detail dari pihak terkait mengenai selisih dana yang dipersoalkan warga. (mediaviral.co)

Example 300x375