OKI, Sumatera Selatan – MediaViral.co
Isu pemangkasan Dana Desa (DD) hingga 80 persen di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Komering Ilir, meledak di media sosial dan memantik gelombang reaksi keras dari warganet.
Sebuah unggahan di grup Facebook Petisi Kabupaten OKI yang diposting akun Iwan Setiawan dengan kalimat sindiran tajam, “Cara Membasmi Tikus yang Baik, Hentikan Pasokan Makanannya”, sontak viral dan menyedot perhatian publik. Unggahan tersebut menyinggung keluhan sejumlah kepala desa (kades) terkait kabar pemangkasan dana desa yang disebut-sebut mencapai 80 persen.
Dalam enam hari, postingan itu telah mengumpulkan lebih dari 470 tanda suka dan 160 komentar. Angka tersebut menunjukkan betapa panasnya isu ini di tengah masyarakat.
Namun yang mengejutkan, kolom komentar justru dipenuhi suara-suara yang mendukung pemangkasan, bahkan penghapusan dana desa.
“Hapus dana desa. Gak ada manfaatnya buat masyarakat, hanya menguntungkan pejabat saja. Dapat dana desa bertahun-tahun desa tidak ada perkembangan, apalagi untuk ketahanan pangan,” tulis akun Tulang Gas.
Komentar serupa datang dari akun Aisyah Nabibah. “Alhamdulillah, bila perlu dihapus dana desa,” tulisnya singkat, namun tegas.
Deretan komentar tersebut mencerminkan akumulasi kekecewaan sebagian warga terhadap pengelolaan dana desa selama ini. Mereka menilai, aliran dana miliaran rupiah setiap tahun belum sepenuhnya berdampak nyata pada pembangunan, kesejahteraan, maupun penguatan ekonomi desa. Bahkan, tak sedikit yang menuding dana desa rawan disalahgunakan oleh oknum tertentu.
Di sisi lain, sejumlah warganet juga memberikan pembelaan. Mereka menilai dana desa tetap penting sebagai tulang punggung pembangunan di tingkat paling bawah, asalkan diawasi secara ketat dan dikelola secara transparan.
Sebagai informasi, Dana Desa merupakan program nasional yang digelontorkan pemerintah pusat melalui skema APBN dan berada di bawah koordinasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Program ini bertujuan mempercepat pembangunan dan mengurangi kesenjangan di wilayah pedesaan.
Viralnya unggahan ini menjadi alarm keras bahwa kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana desa tengah diuji. Transparansi, pengawasan, dan evaluasi menyeluruh menjadi kata kunci agar dana yang seharusnya menjadi motor pembangunan desa tidak justru berubah menjadi sumber polemik berkepanjangan. (mediaviral.co)
















