Lampung Utara, MediaViral.co
Warga Desa Tulung Buyut, Kecamatan Hulu Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah sejak bertahun-tahun. Hampir seluruh ruas jalan di Dusun 1 dan Dusun 4 Bedeng Lima dipenuhi batu dan tanah, bahkan berubah menjadi lumpur saat musim hujan sehingga menyulitkan anak-anak sekolah maupun warga yang beraktivitas dengan kendaraan roda dua.
“Kami tidak bisa lagi melewati jalan ini dengan nyaman. Kalau hujan, lumpur menutup jalan, batu bertaburan, dan air mengalir tanpa arah. Setiap hari warga harus mencari jalur alternatif,” ungkap JM, salah seorang warga setempat kepada MediaViral.co.
Pembangunan Jalan Dinilai Tidak Tepat Sasaran
Warga menilai, meski setiap tahun dana desa cair, namun tidak ada perbaikan berarti pada jalan utama. Berdasarkan catatan masyarakat, pada tahun 2020 lalu pernah ada perbaikan jalan di Dusun 1 dengan anggaran ADD senilai Rp322.951.000, serta di Dusun 4 dengan anggaran Rp202.585.000. Namun, kini jalan tersebut kembali rusak berat.
Tak hanya itu, proyek sumur bor senilai Rp33.410.000 juga tidak dapat dimanfaatkan warga karena kualitas buruk. Sementara pada tahun 2024, pemerintah desa kembali membangun jalan rabat beton dengan anggaran Rp174.575.500. Ironisnya, pembangunan jalan itu justru diarahkan ke kawasan hutan yang jauh dari pemukiman warga, bahkan menuju perbatasan lahan perusahaan sawit milik swasta.
“Jalan yang dibangun malah ke arah hutan, bukan untuk akses warga. Kami curiga ada permainan anggaran,” tambah warga.
Desakan Warga ke Inspektorat
Warga mendesak Inspektorat Kabupaten Lampung Utara untuk turun tangan memeriksa realisasi penggunaan dana desa sejak tahun 2016 hingga 2025. Mereka menduga banyak proyek tidak sesuai RAB dan berpotensi merugikan masyarakat.
“Kami hanya ingin jalan desa diperbaiki, diaspal agar layak dilalui. Tidak perlu seperti jalan tol, cukup nyaman untuk aktivitas sehari-hari. Kalau ada penyimpangan, kami minta inspektorat tegas, jangan sampai ada dugaan kerja sama dengan kepala desa,” tegas warga Tulung Buyut.
Masyarakat berharap pemerintah kabupaten dan aparat penegak hukum turut mengawasi, agar dana desa benar-benar digunakan untuk kepentingan warga, bukan untuk memperkaya segelintir pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pemerintah desa Tulung Buyut maupun inspektorat belum memberikan klarifikasi atas tuntutan warga. (*)
















