Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Viral di OKU Selatan: Diduga Dipotong Dana PIP, Ratusan Siswa SMKN 01 Unjuk Rasa Tuntut Pengembalian Uang

35
×

Viral di OKU Selatan: Diduga Dipotong Dana PIP, Ratusan Siswa SMKN 01 Unjuk Rasa Tuntut Pengembalian Uang

Sebarkan artikel ini

Muaradua, OKU Selatan, Sumatera Selatan – MediaViral.co

Dugaan penyunatan dana Program Indonesia Pintar (PIP) mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan. Ratusan siswa SMK Negeri 01 OKU Selatan turun ke halaman sekolah melakukan aksi unjuk rasa, memprotes dugaan pemotongan dana bantuan pendidikan yang seharusnya diterima penuh oleh siswa.

Example 300250

Aksi tersebut dipicu kekecewaan para siswa penerima PIP yang mengaku dipaksa menyetor sebagian dana bantuan, dengan nominal bervariasi mulai dari Rp50 ribu, Rp250 ribu, hingga Rp600 ribu per siswa. Dugaan praktik tersebut disebut telah berlangsung hampir dua tahun terakhir.

Dalam orasinya, para siswa menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni:

  1. Pengembalian penuh dana PIP yang diduga telah dipotong,
  2. Pencopotan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan,
  3. Audit dan penjelasan terbuka terkait penggunaan dana yang telah dipungut dari siswa penerima PIP.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun siswa, sekitar 40 siswa diduga menjadi korban penyunatan dana bantuan pendidikan tersebut. Para siswa menegaskan bahwa pemotongan dilakukan secara sistematis dan disertai tekanan oleh oknum tertentu di lingkungan sekolah.

Pihak Sekolah Bantah Ada Pemotongan

Menanggapi aksi yang viral di media sosial tersebut, pihak sekolah akhirnya memberikan klarifikasi.
Kepala SMKN 01 OKU Selatan, Sri Elyana, S.Pd., M.Pd., melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Sunita, S.Pd.I, membantah adanya instruksi pemotongan dana PIP.

Sunita menyatakan bahwa pihak sekolah tidak pernah memerintahkan penyunatan dana, melainkan hanya menyampaikan imbauan “tanda terima kasih” yang bersifat sukarela dari siswa penerima PIP.

“Jumlah siswa SMKN 01 OKU Selatan sebanyak 507 orang, sementara penerima PIP hanya 186 siswa. Dana yang terkumpul digunakan untuk membantu siswa lain yang tidak menerima PIP,” jelas Sunita.

Namun, klarifikasi tersebut tidak meredam kemarahan siswa. Mereka menilai istilah “sukarela” tidak relevan karena dilakukan dalam situasi yang mereka rasakan penuh tekanan. Bahkan, sejumlah siswa mengaku memiliki bukti dan mengalami ancaman jika tidak menyerahkan dana tersebut.

Siswa Desak Pemerintah Turun Tangan

Dalam penutup aksinya, para siswa menegaskan tetap menuntut evaluasi menyeluruh, pengembalian dana, serta pemeriksaan transparan atas dugaan penyalahgunaan bantuan pendidikan yang bersumber dari negara.

Hingga berita ini diturunkan, polemik dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar di SMKN 01 OKU Selatan masih viral di jagat maya. Para siswa berharap pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran serta menjaga integritas dunia pendidikan.

(Jakpar)

Example 300x375