Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Skandal Dana Desa Meledak! 6.000 Bebek Mati Dalam 3 Bulan, Uang Ratusan Juta Diduga “Lenyap” Tanpa Jejak

124
×

Skandal Dana Desa Meledak! 6.000 Bebek Mati Dalam 3 Bulan, Uang Ratusan Juta Diduga “Lenyap” Tanpa Jejak

Sebarkan artikel ini

OKU Timur, Sumatera Selatan | MediaViral.co

Program ketahanan pangan yang seharusnya menjadi harapan masyarakat Desa Cipta Muda, Kecamatan Buay Madang, justru berubah menjadi skandal memalukan. Dana Desa (DD) Tahun 2023 yang digelontorkan ratusan juta rupiah kini diduga kuat diselewengkan, setelah proyek pengadaan 6.000 ekor bebek berakhir tragis: mati total dalam waktu singkat.

Example 300250

Fakta ini sontak memicu kemarahan warga. Bagaimana tidak, anggaran sebesar Rp124.875.000 yang dialokasikan untuk program peternakan bebek dari total Dana Desa Rp778.458.000, kini dipertanyakan kejelasannya. Bukannya meningkatkan ekonomi, program ini justru menyisakan tanda tanya besar—ke mana sebenarnya uang tersebut mengalir?

Heri, selaku ketua kelompok, mengungkap bahwa 6.000 ekor bebek dibagi dua, masing-masing 3.000 ekor untuk dirinya dan seorang warga bernama Rudi. Namun hasilnya mengejutkan—seluruh bebek mati dalam kurun waktu sekitar tiga bulan.

“Tidak ada yang tersisa, semuanya mati. Katanya karena sering kena hujan,” ujarnya.

Alasan tersebut langsung menuai reaksi keras dari masyarakat. Warga menilai dalih cuaca tidak masuk akal dan terkesan dijadikan tameng untuk menutupi dugaan kelalaian serius—bahkan indikasi korupsi.

Yang lebih menghebohkan, Heri mengaku tidak mengetahui detail penggunaan anggaran. Ia menyebut seluruh kendali keuangan berada di tangan bendahara kelompok yang merupakan anak menantu kepala desa.

“Semua uang dipegang dia, yang belanja juga dia. Saya tidak tahu rinciannya,” tegasnya.

Pernyataan ini memicu kecurigaan kuat adanya konflik kepentingan dalam pengelolaan dana. Transparansi dinilai nol, sementara hasil program justru gagal total.

Pertanyaan besar pun muncul: jika bebek mati dalam tiga bulan, bagaimana dengan sisa anggaran pakan? Logikanya, dana tersebut tidak habis terpakai. Namun hingga kini, tidak ada penjelasan. Uang itu seolah hilang tanpa jejak.

Tak hanya itu, warga juga mengungkap dugaan lain yang tak kalah mengejutkan. Aset desa berupa sapi disebut telah dijual, namun hasilnya tidak pernah jelas. Bahkan, pendapatan dari kebun sawit milik desa selama masa jabatan kepala desa diduga tidak pernah masuk ke kas desa.

“Ini sudah keterlaluan. Dana desa, aset desa, semuanya tidak jelas. Kami curiga ada permainan besar,” ungkap salah satu warga dengan nada kesal.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Suyoto membenarkan bahwa seluruh bebek telah mati, namun berdalih hal itu disebabkan faktor cuaca.

“Memang mati semua, karena hujan terus,” ujarnya singkat.

Jawaban tersebut justru semakin memperkuat kecurigaan publik. Sebab, program dengan anggaran besar seharusnya direncanakan matang, bukan berakhir dengan alasan sederhana yang sulit diterima akal sehat.

Kini masyarakat mendesak Inspektorat dan aparat penegak hukum untuk segera turun tangan. Mereka menuntut audit menyeluruh dan transparansi total atas penggunaan Dana Desa yang dinilai sarat kejanggalan.

Jika dugaan ini benar, maka yang hilang bukan hanya 6.000 bebek—tetapi juga kepercayaan rakyat yang selama ini dititipkan kepada pemerintah desa. (mediaviral.co)

Example 300x375