Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Permala Jakarta Dorong Kurikulum Berbasis Cinta untuk Perkuat Persatuan Bangsa

31
×

Permala Jakarta Dorong Kurikulum Berbasis Cinta untuk Perkuat Persatuan Bangsa

Sebarkan artikel ini

Jakarta – MediaViral.co

Persatuan Mahasiswa Lampung Jakarta (Permala Jakarta) menggelar diskusi publik bertajuk “Kurikulum Berbasis Cinta: Cinta terhadap Sesama Anak Bangsa dan Umat Beragama” pada Minggu, 21 Desember 2025. Kegiatan ini berlangsung di Badan Penghubung Provinsi Lampung, Jakarta, dan menjadi ruang dialog strategis dalam merespons tantangan pendidikan, kebangsaan, serta kerukunan umat beragama di Indonesia.

Example 300250

Diskusi publik tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah, akademisi, dan organisasi kemasyarakatan. Hadir sebagai keynote speaker Dr. H. Abdb. Basir, S.Pd.I., M.Pd.I., M.Pd., Kepala Subdirektorat Sarana dan Prasarana Kementerian Agama RI, serta Yos Sailendra Ahmad Rastti, S.H., M.M., Kepala Badan Penghubung Provinsi Lampung.

Sementara itu, pemantik diskusi diisi oleh Dr. Desvian Bandarsyah, M.Pd., Wakil Rektor II UIN Raden Intan Lampung; Riko Kiat Sanjaya, S.H., Ketua Cabang PMII Jakarta Pusat Periode 2015–2017; serta Riska Prasasti, S.E., M.E., AWP.

Dalam diskusi tersebut, para narasumber menekankan pentingnya penguatan kurikulum pendidikan yang tidak semata berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai cinta kasih, empati, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman. Kurikulum berbasis cinta dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang inklusif, berakhlak, dan memiliki komitmen kuat terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

Konsep kurikulum berbasis cinta dipandang sebagai gagasan besar yang menempatkan nilai kemanusiaan, toleransi, empati, dan persaudaraan sebagai inti pendidikan. Di tengah realitas sosial yang masih diwarnai polarisasi, intoleransi, dan krisis nilai, pendidikan dinilai tidak cukup hanya mencetak manusia cerdas, tetapi juga harus melahirkan manusia yang berkarakter dan mampu mencintai sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang.

Perwakilan Permala Jakarta, Ahmad Sopian, menegaskan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial melalui ruang-ruang dialog intelektual. Menurutnya, diskusi publik semacam ini bukan sekadar ajang bertukar gagasan, melainkan ruang membangun kesadaran kolektif akan pentingnya pendidikan berlandaskan nilai kemanusiaan.

“Sebagai mahasiswa, kami meyakini bahwa perubahan besar selalu berawal dari ruang-ruang diskusi. Masa depan bangsa sangat ditentukan oleh bagaimana kita mendidik generasi hari ini,” ujar Ahmad Sopian menutup diskusi.

Kegiatan ini diharapkan menjadi kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkuat narasi pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia. (mediaviral.co)

Example 300x375