Takengon, Aceh Tengah – MediaViral.co
Transformasi Polri melalui konsep PRESISI (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan) di bawah kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo terus melahirkan figur-figur aparat yang adaptif, tegas, sekaligus humanis. Salah satu sosok yang mencerminkan wajah baru Polri itu adalah AKBP Muhammad Taufiq, S.I.K., M.H., Kapolres Aceh Tengah.
Lahirnya Sang Penyidik PRESISI
Mutasi jabatan di tubuh Polri yang tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1422/III/KEP/2025 tertanggal 24 Juni 2025 menjadi titik penting perjalanan karier Taufiq. Ia dipercaya menggantikan Dody Indra Eka Putra sebagai Kapolres Aceh Tengah.
Penunjukan ini bukan tanpa alasan. Di internal Polda Aceh, Taufiq dikenal sebagai perwira dengan rekam jejak kuat di bidang reserse kriminal khusus—wilayah yang menuntut ketelitian, keberanian, dan integritas tinggi.
Dari Lampung ke Tanah Rencong
Pria kelahiran Lampung, 20 Mei 1986 ini menapaki jalan panjang sebelum mencapai posisi strategis saat ini. Taufiq mengawali pendidikan di Bandar Lampung, lalu melanjutkan ke Akademi Kepolisian pada tahun 2004—tahun yang juga dikenang sebagai masa bencana tsunami di Aceh.
Lulus pada 2007, ia memulai karier di Jakarta Utara, tepatnya di wilayah Tanjung Priok. Namun, takdir membawanya kembali ke Aceh—daerah yang kemudian menjadi panggung utama pengabdiannya.
Mengasah Taji di Dunia Reserse
Selepas menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian pada 2015, Taufiq mulai menancapkan pengaruhnya di Aceh. Sejumlah jabatan strategis pernah diembannya:
Kapolsek Kuta Alam (2015)
Kasat Reskrim Polres Langsa (2016)
Kasat Reskrim Polresta Banda Aceh (2017)
Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjabat sebagai Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda Aceh. Di posisi ini, ia menangani berbagai kasus berat seperti pertambangan ilegal dan pengawasan distribusi BBM—dua sektor yang kerap sarat kepentingan dan rawan pelanggaran hukum.
Kapolres Aceh Tengah: Ujian Kepemimpinan
Sejak menjabat Kapolres Aceh Tengah pada Juni 2025, Taufiq langsung dihadapkan pada tantangan nyata. Ia dituntut tidak hanya menjaga stabilitas keamanan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
Melalui pendekatan PRESISI, ia mendorong:
Prediktif: pemetaan potensi gangguan keamanan berbasis data
Responsibilitas: respons cepat terhadap laporan masyarakat
Transparansi Berkeadilan: penegakan hukum yang terbuka dan akuntabel
Salah satu bukti konkret terlihat pada penanganan kasus penculikan anak yang sempat viral pada Maret 2026. Respons cepat jajaran Polres Aceh Tengah menjadi sorotan dan memperkuat citra kepolisian di mata masyarakat.
Figur Tenang di Tengah Tekanan
Dikenal sebagai sosok yang tenang, komunikatif, dan mampu merangkul berbagai kalangan, Taufiq tampil sebagai pemimpin lapangan yang tidak hanya bekerja di balik meja. Ia aktif turun langsung ke masyarakat, membangun komunikasi, sekaligus memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan.
Di tengah dinamika hukum dan tekanan publik, gaya kepemimpinannya yang tegas namun humanis menjadi kunci.
PRESISI Bukan Sekadar Slogan
Bagi AKBP Muhammad Taufiq, PRESISI bukan hanya jargon institusi, melainkan prinsip kerja yang harus dibuktikan di lapangan. Di Aceh Tengah, ia mencoba menjawab tantangan itu—membuktikan bahwa Polri bisa hadir sebagai pelindung, pengayom, sekaligus penegak hukum yang dipercaya.
Report By Chandra
31 Maret 2026
















