Lampung Barat – MediaViral.co
Bupati Lampung Barat dua periode, Parosil Mabsus, melakukan kunjungan langsung ke rumah duka korban dugaan pembunuhan sadis yang terjadi di Kota Batam, Kepulauan Riau, pada Senin (08/12/2025). Korban diketahui bernama Dwi Putri Apriliani Dini (25), warga Pekon Puramekar, Kecamatan Gedung Surian, Lampung Barat.
Korban Diduga Disiksa oleh Calon Bos
Dwi Putri Apriliani Dini, seorang wanita muda dan ibu dari satu anak, ditemukan meninggal dunia di kawasan Jodoh Permai, Batu Ampar, Kota Batam, dengan luka-luka parah di sekujur tubuhnya. Dugaan sementara, korban tewas akibat penyiksaan brutal oleh pihak yang disebut-sebut sebagai calon bos tempat ia akan bekerja.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa korban sebelumnya direkrut untuk bekerja sebagai lady companion di kawasan Jodoh–Seraya, yang dikenal sebagai wilayah hiburan malam di Batam. Kasus ini diduga kuat berkaitan dengan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berujung pada penyekapan dan penganiayaan berat terhadap korban.
Respons Cepat Bupati Lampung Barat
Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Parosil Mabsus menyempatkan hadir langsung ke rumah orang tua korban di Pekon Puramekar sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap warganya.
Dalam kunjungannya, ia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban dan memberikan dukungan moral agar keluarga tetap tegar menghadapi tragedi ini.
“Pemerintah Daerah turut berduka atas terjadinya musibah ini. Semoga almarhumah ditempatkan di surga oleh Allah, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan serta kesabaran,” ujar Parosil Mabsus.
Mantan bupati ini juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas tindakan keji yang dialami korban dan berharap proses hukum berjalan maksimal.
Desak Pelaku Diproses Secara Tuntas
Parosil menegaskan agar aparat kepolisian yang tengah mengusut kasus ini dapat bekerja secara tegas dan profesional sehingga pelaku mendapatkan hukuman sesuai perbuatannya.
“Saya berharap pelaku diadili setimpal dengan perbuatannya. Ini tindakan sangat keji dan tidak boleh ditoleransi,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah, aparat kecamatan, serta jajaran pekon untuk lebih aktif menjalin komunikasi dengan masyarakat guna menghindari kejadian serupa.
Perlu Pengawasan Mobilitas Tenaga Kerja
Parosil menilai tragedi ini harus menjadi pelajaran penting bagi semua pihak tentang perlunya pendataan dan pengawasan terhadap mobilitas masyarakat, terutama kaum perempuan yang hendak merantau demi mencari pekerjaan.
“Aparat pekon dan kecamatan harus mendapat informasi lengkap mengenai warganya—akan bekerja di mana, dengan siapa, dan apakah ada jaminan keselamatan,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pencegahan perdagangan orang harus dilakukan dari tingkat terbawah dengan memperkuat komunikasi dan kewaspadaan bersama.
Keluarga Masih Menunggu Keadilan
Keluarga korban berharap proses hukum di Batam berjalan transparan dan pelaku segera diproses tanpa kompromi. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan pendalaman motif serta jaringan yang terlibat dalam kasus dugaan TPPO ini.
MediaViral.co terus mengikuti perkembangan kasus tragis ini dan akan menyampaikan informasi terbaru kepada publik. (mediaviral.co)
















