Paniai, Papua — MediaViral.co
Upaya membangun pendekatan yang lebih humanis kembali ditunjukkan personel Operasi Damai Cartenz melalui kegiatan interaksi sosial bersama warga dan anak-anak di Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, Sabtu (15/11/2025) sore sekitar pukul 16.30 WIT. Meski tampak sederhana, kegiatan semacam ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Ops Damai Cartenz dalam menciptakan ruang dialog dan kepercayaan di wilayah yang kerap menghadapi dinamika keamanan.
Kegiatan tersebut dipimpin Ipda Nofri Surya Rossa, yang memfokuskan interaksi kepada anak-anak dan keluarga di sekitar lokasi. Para personel tampak membaur, menyalami warga, membagikan makanan ringan, bermain bersama anak-anak, hingga meladeni permintaan foto yang datang spontan dari anak-anak Bibida. Senyum mereka, yang jarang terekam di ruang publik, menjadi potret kecil bahwa ruang keakraban antara aparat dan masyarakat masih dapat dibangun.
“Kami ingin terus membangun suasana damai di Papua melalui interaksi yang penuh kasih dan keakraban. Anak-anak adalah masa depan kita, dan kebahagiaan mereka menjadi semangat bagi kami dalam menjalankan tugas,” ujar Ipda Nofri.
Humanisasi Aparat di Wilayah Rawan: Strategi atau Tuntutan Kemanusiaan?
Bagi sebagian warga Papua, hubungan dengan aparat keamanan tidak selalu berlangsung mulus. Masa lalu konflik dan ketegangan yang sesekali muncul masih meninggalkan jarak psikologis. Karena itu, kegiatan seperti yang dilakukan Ops Damai Cartenz bukan hanya seremoni sosial, tetapi menyasar aspek jauh lebih fundamental: pemulihan kepercayaan (trust building).
Di Distrik Bibida, warga menyambut kehadiran personel dengan senyum. Anak-anak tampak berebut bola yang diberikan, dan beberapa dari mereka spontan menarik tangan personel untuk diajak bermain. Momen-momen ini menjadi indikator kecil keberhasilan pendekatan lunak yang mulai digencarkan.
Namun demikian, sejumlah pengamat keamanan sebelumnya menilai bahwa keberhasilan pendekatan humanis di Papua sangat ditentukan oleh konsistensi. Banyak program sosial berjalan baik di awal, tetapi meredup ketika tidak memiliki kesinambungan. Ops Damai Cartenz tampaknya ingin mematahkan anggapan itu dengan memperluas kegiatan sosial hingga ke distrik-distrik terpencil.
Perintah Tegas Satgas: Hadir dengan “Wajah Humanis”
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol. Dr. Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa program seperti ini bukan kegiatan insidental, melainkan bagian dari pola kerja yang sudah dirancang untuk jangka panjang.
“Kami terus mendorong setiap personel agar hadir dengan wajah humanis, bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun rasa percaya dan kedekatan dengan masyarakat,” tegasnya.
Menurut Yusuf, operasi keamanan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan taktis. Di Papua, pendekatan sosial kerap menjadi kunci meredakan ketegangan tanpa benturan. Oleh karena itu, setiap personel diwajibkan mengedepankan aspek komunikasi, empati, dan penghormatan budaya lokal.
Masyarakat Masih Menyimpan Harapan
Warga Bibida menyebut bahwa kegiatan seperti ini jarang dilakukan secara rutin, tetapi sangat bermanfaat. Bagi sebagian masyarakat yang tinggal di wilayah geografis sulit, kehadiran aparat dengan pendekatan ramah menjadi tanda bahwa negara tidak hanya hadir saat terjadi gangguan keamanan.
Anak-anak tampak paling antusias. Beberapa dari mereka mengatakan baru pertama kali mendapat kesempatan bermain langsung dengan aparat. Momen kecil ini tidak hanya membangun kedekatan, tetapi berpotensi mengubah persepsi generasi muda terhadap institusi keamanan.
Di Balik Senyum Anak-Anak, Tersimpan Tugas Panjang
Meski kegiatan berlangsung hangat, tugas Ops Damai Cartenz di Papua masih panjang dan kompleks. Tantangan keamanan, akses pendidikan, keterbatasan fasilitas kesehatan, serta minimnya infrastruktur komunikasi masih menjadi beban harian warga.
Kegiatan sederhana seperti membagikan makanan ringan dan bermain bersama anak-anak tidak serta-merta menyelesaikan akar permasalahan, namun menjadi pintu awal mencairkan ketegangan yang selama ini menebal. Humanisasi aparat menjadi salah satu jalur penting yang dipandang mampu membuka ruang dialog lebih besar.
Lebih dari Sekadar Kehadiran
Melalui kegiatan di Bibida, Ops Damai Cartenz kembali menunjukkan bahwa kehadiran aparat di Papua tidak hanya berkaitan dengan pengamanan, tetapi juga peran sosial yang berorientasi pada kemanusiaan. Pendekatan semacam ini diharapkan dapat menjaga stabilitas serta membuka ruang bagi pembangunan sosial yang lebih inklusif di masa mendatang. (mediaviral.co)
















