Lampung — MediaViral.co
Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf melakukan inspeksi menyeluruh terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana operasional di Direktorat Samapta (DitSamapta) dan Direktorat Pengamanan Obyek Vital (DitPamobvit) Polda Lampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Polda Lampung Lama, Teluk Betung, Senin (17/11/2025), dan menjadi bagian dari agenda strategis guna memperkuat kesiapan institusi dalam menghadapi tantangan keamanan yang terus berkembang.
Peninjauan dilakukan secara langsung dengan didampingi DirSamapta Kombes Pol Bramono Purnomo Nugroho, DirPamobvit Kombes Pol Bryan Benteng, jajaran Wadir, para Kasubdit, serta ratusan personel dari kedua direktorat. Hadirnya seluruh unsur pimpinan dalam pengecekan tersebut memperlihatkan keseriusan Polda Lampung dalam menjaga kesiapan operasional secara komprehensif.
Komitmen Kapolda Memastikan Kesiapan Operasional
Dalam arahannya, Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa pengecekan ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bagian dari upaya penguatan internal Polri dalam memberikan pelayanan yang cepat, profesional, dan responsif kepada masyarakat.
“Pengecekan ini merupakan komitmen kami memastikan seluruh personel dan peralatan berada dalam kondisi terbaik. Saya mengapresiasi kesiapan jajaran DitSamapta dan DitPamobvit, namun kesiapan ini harus terus ditingkatkan untuk menjawab tantangan tugas ke depan yang semakin dinamis,” ujarnya.
Kapolda menekankan bahwa DitSamapta memiliki peran vital sebagai garda terdepan dalam upaya preventif dan pengendalian situasi kamtibmas. Keberadaan mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menjadikan kesiapan fisik, mental, hingga kedisiplinan sebagai faktor yang tidak boleh ditawar.
“Personel Samapta harus selalu dalam keadaan siap kapan pun negara membutuhkan. Kehadiran kalian di lapangan adalah representasi nyata negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat,” jelasnya.
Peran Strategis DitPamobvit dalam Pengamanan Obyek Vital
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menekankan pentingnya peran DitPamobvit sebagai penjaga keamanan obyek vital nasional dan daerah, termasuk kawasan industri, fasilitas energi, perbankan, dan infrastruktur strategis lainnya.
“DitPamobvit harus mampu menjamin keamanan obyek vital dengan menerapkan SOP yang ketat, namun tetap mengedepankan pendekatan humanis. Keseimbangan antara ketegasan dan pelayanan adalah kunci dalam menjaga kepercayaan publik,” tegasnya.
Menurut Kapolda, profesionalisme dalam pengamanan obyek vital sangat menentukan stabilitas ekonomi daerah. Semakin aman objek vital, semakin kondusif pula iklim investasi dan kegiatan industri di Provinsi Lampung.
Fokus pada Sarpras: Dari Rantis hingga Peralatan Anti-Huru Hara
Pengecekan berlangsung rinci, mencakup evaluasi kesiapan helm dan tameng dalmas, kelayakan kendaraan taktis (rantis), peralatan patroli, perlengkapan komunikasi, hingga kesiapan personel menghadapi skenario gangguan keamanan.
Kapolda menegaskan bahwa sarana prasarana merupakan tulang punggung keberhasilan operasi kepolisian.
“Kelengkapan sarpras harus selalu dirawat dan dipastikan siap pakai. Keterlambatan respons akibat kerusakan peralatan adalah hal yang tidak boleh terjadi,” ujar Irjen Helfi.
Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan para komandan satuan untuk secara rutin melakukan pengecekan internal agar tidak terjadi kekosongan kesiapan pada saat situasi darurat.
Dorongan untuk Tingkatkan Kompetensi dan Responsivitas Personel
Dalam arahannya kepada seluruh jajaran, Kapolda menekankan pentingnya peningkatan kompetensi melalui latihan-latihan berkala, pelatihan respons cepat, serta penguasaan teknologi pendukung tugas kepolisian.
“Situasi kamtibmas dapat berubah dengan cepat. Karena itu, personel harus responsif dan mampu menganalisis situasi secara tepat. Profesionalisme dan kesiapan mental menjadi faktor utama,” kata Kapolda.
Ia juga meminta setiap personel menjaga integritas, menghindari tindakan kontraproduktif, dan meningkatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai modal sosial kepolisian dalam menjaga keamanan.
Momentum Evaluasi Kinerja Internal
Kegiatan pengecekan ini juga dijadikan momentum untuk mengevaluasi kinerja kedua direktorat. Dengan meningkatnya dinamika keamanan di Lampung—mulai dari potensi kriminalitas perkotaan, pengamanan kegiatan masyarakat, hingga penjagaan objek vital—Kapolda meminta seluruh jajaran untuk bekerja lebih antisipatif dan adaptif.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap direktorat memiliki standar kesiapan operasional yang tinggi. Evaluasi ini untuk memperkuat tata kelola dan memastikan pelayanan kepolisian semakin optimal,” jelasnya.
Harapan untuk Stabilitas Keamanan di Lampung
Dengan pengecekan dan evaluasi berkala ini, Polda Lampung berharap DitSamapta dan DitPamobvit dapat menjaga stabilitas keamanan daerah, terutama memasuki periode kegiatan masyarakat yang padat menjelang akhir tahun.
Dalam penutup arahannya, Kapolda kembali menegaskan bahwa keamanan adalah tanggung jawab institusi yang tidak boleh dikendurkan.
“Kami ingin jajaran Samapta dan Pamobvit menjadi satuan yang dapat diandalkan dalam menjaga keamanan Lampung. Kesiapan kalian hari ini menentukan kualitas pelayanan publik dan rasa aman masyarakat,” tegas Kapolda.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pengecekan kendaraan taktis oleh Kapolda dan jajaran serta sesi komunikasi singkat dengan personel di lapangan. (mediaviral.co)
















