Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Nanda Indira Diperiksa Kejati untuk Ketiga Kalinya, Dugaan Aliran Dana Korupsi SPAM Mengarah ke TPPU Makin Menguat

50
×

Nanda Indira Diperiksa Kejati untuk Ketiga Kalinya, Dugaan Aliran Dana Korupsi SPAM Mengarah ke TPPU Makin Menguat

Sebarkan artikel ini

Lampung — MediaViral.co

Aroma skandal korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kabupaten Pesawaran kian menyengat. Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung terus menguliti kasus yang diduga tak hanya berhenti pada korupsi, tetapi merembet ke tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Example 300250

Terbaru, Bupati Pesawaran Nanda Indira kembali dipanggil dan diperiksa untuk ketiga kalinya oleh penyidik Pidana Khusus Kejati Lampung, Jumat, 23 Januari 2026. Pemeriksaan berulang ini menandakan penyidik belum puas dan masih mendalami dugaan aliran dana haram proyek SPAM.

Sebelumnya, Nanda telah dua kali menjalani pemeriksaan pada 11 dan 12 Desember 2025. Fakta bahwa ia kembali dipanggil memperkuat spekulasi bahwa kasus ini belum selesai dan justru mengarah ke babak yang lebih serius.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung, Ricky Ramadhan, membenarkan pemeriksaan lanjutan tersebut.

“Benar ada pemeriksaan lanjutan. Informasi selanjutnya akan kami sampaikan,” ujarnya singkat, irit penjelasan.

Pantauan di lapangan menunjukkan Nanda Indira tiba di Kantor Kejati Lampung sekitar pukul 10.00 WIB dan baru keluar dari ruang Pidsus sekitar pukul 15.00 WIB. Lima jam lebih diperiksa, namun seperti pemeriksaan sebelumnya, Nanda kembali memilih bungkam dan menghindari kejaran pertanyaan wartawan.

Kasus SPAM Pesawaran sendiri telah lebih dulu menumbangkan mantan Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona, yang kini berstatus tersangka bersama empat orang lainnya. Proyek bernilai sekitar Rp8 miliar dari APBD itu diduga dikerjakan tidak sesuai ketentuan dan menyebabkan kerugian keuangan negara.

Tak berhenti pada pembuktian korupsi semata, Kejati Lampung kini fokus menelusuri jejak uang dan aset yang diduga berasal dari hasil kejahatan. Penelusuran ini membuka peluang pengembangan perkara ke ranah TPPU, yang ancaman hukumnya jauh lebih berat.

Publik kini menunggu:
Apakah pemeriksaan ketiga ini akan menjadi pintu masuk penetapan tersangka baru?
Atau justru membuka tabir besar aliran dana yang selama ini tersembunyi?

(Red)

Example 300x375