Lebak, Banten – MediaViral.co
Setelah mencuat dan viralnya pemberitaan berjudul “Jalan Kampung Cipeuyah Rusak Parah, Warga Perbaiki Secara Gotong Royong”, kondisi infrastruktur jalan di Kampung Cipeuyah Barat, RT/RW 002/006, Desa Cisimeut, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, kini menjadi sorotan tajam publik.
Berdasarkan hasil penelusuran, pemberitaan tersebut telah menyebar luas melalui berbagai media online dan media sosial. Sedikitnya lebih dari 30 media dan akun medsos turut mengangkat persoalan ini. Tidak hanya beredar di platform berita daring, isu jalan rusak ini juga viral melalui Instagram hingga TikTok, sehingga menyedot perhatian masyarakat luas di berbagai daerah di Indonesia.
Ramainya pemberitaan tersebut memicu respons cepat dari masyarakat Kampung Cipeuyah Barat. Pada Rabu, 31 Desember 2025, warga tampak antusias berbondong-bondong melakukan kerja bakti secara gotong royong untuk memperbaiki akses jalan poros desa yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan parah.
Kegiatan gotong royong ini dipimpin langsung oleh Ketua RT setempat, Almanan, bersama para pemuda dan seluruh elemen masyarakat Kampung Cipeuyah Barat. Aksi perbaikan jalan pun berlanjut hingga Kamis, 1 Januari 2026, sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan warga dalam menjawab kebutuhan mendesak akan akses jalan yang layak.
Perwakilan masyarakat Kampung Cipeuyah Barat menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada rekan-rekan media online yang telah membantu mempublikasikan kondisi jalan rusak tersebut. Menurut warga, peran media sangat penting dalam menyuarakan aspirasi masyarakat agar persoalan infrastruktur segera mendapat perhatian dari pihak terkait.
“Jalan ini sudah lama rusak parah dan sangat menghambat aktivitas warga. Terlebih menjelang bulan Rajab, kami memiliki rutinitas tahunan menggelar kegiatan keagamaan Isra Mikraj yang melibatkan banyak jamaah. Akses jalan yang layak sangat dibutuhkan demi kelancaran dan keselamatan masyarakat,” ujar salah satu tokoh warga.
Kegiatan Rajaban atau peringatan Isra Mikraj sendiri merupakan momentum penting bagi umat Muslim untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta memperdalam pemahaman terhadap perintah salat dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi jalan yang rusak dinilai sangat tidak mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dalam konteks keterbukaan informasi publik (KIP), warga juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara. Diketahui, anggaran yang digelontorkan melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan diturunkan ke APBD hingga ke pemerintah desa mencapai sekitar Rp71 triliun per tahun secara nasional. Dana tersebut bersumber dari pajak rakyat dan semestinya digunakan untuk kepentingan masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur desa.
Sebagai bentuk kontrol sosial, Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Provinsi Banten meminta kepada dinas terkait, Pemerintah Desa, Aparat Penegak Hukum (APH), Dinas PUPR Kabupaten Lebak, DPUPR Provinsi Banten, serta Inspektorat Kabupaten Lebak untuk segera turun ke lokasi dan melakukan pengecekan langsung.
“Kami meminta agar dilakukan audit dan penelusuran ulang. Jika ditemukan adanya penyimpangan anggaran atau kelalaian, kami mendesak agar diberikan sanksi tegas sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Cisimeut maupun Dinas PUPR Kabupaten Lebak belum dapat dikonfirmasi untuk memberikan keterangan resmi terkait kondisi jalan dan tindak lanjut perbaikannya. (mediaviral.co)
















