Way Kanan, Lampung — MediaViral.co
Kondisi infrastruktur jalan di Desa Tanjung Serupa, SP 6B, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan, kembali menjadi sorotan. Hampir seluruh ruas jalan desa mengalami kerusakan berat. Permukaan jalan dipenuhi lubang, batu-batu berserakan, dan genangan lumpur yang menghambat mobilitas warga, terutama saat musim hujan.
Minimnya talut serta saluran drainase membuat air hujan mengalir tanpa arah, menggerus badan jalan dan menciptakan aliran seperti sungai kecil. Di sejumlah titik, anak-anak terpaksa menembus lumpur demi dapat berangkat ke sekolah.
“Musim hujan seperti mimpi buruk. Jalan berubah jadi tempat aliran air, mau lewat saja sulit,” keluh salah seorang warga.
Kerusakan Berlarut, Minim Penanganan
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Kadek W., yang ditemui di lokasi, menyampaikan bahwa perbaikan jalan tidak pernah dilakukan secara layak selama kepemimpinan Kepala Desa saat ini.
Ia mengaku telah menjabat sebagai BPD selama dua dekade dan belum pernah melihat ada pengaspalan jalan desa.
“Semenjak kepala desa (Mardiono) menjabat, tidak pernah ada jalan desa yang diaspal. Tahun 2024 memang ada pembangunan rabat beton, tetapi papan prasastinya hanya mencantumkan nama kegiatan, tanpa nilai anggaran Dana Desa,” ujar Kadek.
Kadek menambahkan, hampir seluruh jalan desa dalam kondisi rusak parah. Termasuk proyek pembangunan lainnya, yang menurutnya tidak transparan soal jumlah anggaran yang dihabiskan.
Aspirasi Warga Tak Kunjung Direspons
Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa hingga pemerintah kabupaten, namun belum mendapatkan hasil konkret.
“Kami tidak menuntut jalan seperti jalan tol. Cukup jalan yang layak dilalui. Sekarang ini saja untuk lewat rasanya seperti bertaruh keselamatan,” ujar warga lainnya.
Kondisi jalan yang rusak ikut mengganggu aktivitas vital masyarakat, mulai dari akses ke pasar, sekolah, hingga layanan kesehatan. Kendaraan roda dua maupun empat kerap mengalami kesulitan melewati jalur yang semakin tergerus.
Desakan Audit Dana Desa 2013–2025
Kekecewaan warga kini mengarah pada tuntutan yang lebih serius. Mereka meminta Inspektorat Kabupaten Way Kanan melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan Dana Desa di Tanjung Serupa SP 6B sejak tahun 2013 hingga 2025.
“Kalau ada penyimpangan, aparat penegak hukum harus turun tangan. Uang negara itu untuk kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan pihak tertentu,” tegas seorang tokoh masyarakat.
Desakan audit ini mencerminkan menurunnya tingkat kepercayaan warga terhadap tata kelola Dana Desa, yang dinilai kurang transparan dan tidak menghasilkan pembangunan infrastruktur yang signifikan.
Belum Ada Klarifikasi Pemerintah
Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah Desa Tanjung Serupa SP 6B maupun Pemerintah Kabupaten Way Kanan belum memberikan pernyataan resmi terkait kondisi jalan tersebut ataupun merespons tuntutan audit yang disampaikan warga.
Kondisi memprihatinkan di desa ini menambah panjang daftar persoalan infrastruktur pedesaan di Way Kanan. Daerah ini kerap menjadi sorotan publik terkait efektivitas penggunaan Dana Desa, sekaligus menjadi ironi di tengah besarnya anggaran pemerintah untuk pembangunan desa di seluruh Indonesia. (mediaviral.co)
















