Kuala Lumpur, Malaysia – MediaViral.co
Pemerintah Malaysia melalui Departemen Imigrasi Malaysia (JIM) resmi menggelar operasi pengawasan besar-besaran di ibu kota. Tak tanggung-tanggung, pemantauan dilakukan 24 jam penuh di berbagai titik strategis yang dikenal sebagai pusat berkumpulnya warga negara asing.
Langkah ini dilakukan menjelang perayaan Idulfitri 2026, dalam upaya menjaga keamanan, ketertiban, dan stabilitas kota di tengah lonjakan aktivitas masyarakat.
Operasi bertajuk “Ops Pemantauan” ini berlangsung sejak 20 Maret hingga 29 Maret 2026, dengan menyasar sejumlah kawasan padat dan jalur vital di Kuala Lumpur.
🔥 Titik Panas Jadi Sorotan
Sejumlah lokasi yang selama ini dikenal sebagai “hot spot” langsung masuk radar pengawasan ketat, di antaranya:
Kawasan Komersial Elite:
KLCC
TRX
SOGO
Pavilion
Bukit Bintang
Pusat Wisata & Belanja Rakyat:
Central Market
Petaling Street
Kotaraya
Masjid India
Chow Kit
Kampung Baru
Tak hanya itu, patroli bergerak juga digencarkan di ruas jalan utama seperti Jalan Ampang, Jalan Sultan Ismail, Jalan Imbi, Jalan Pudu, hingga Jalan Raja Laut. Kendaraan dinas dengan lampu rotator menyala sengaja diturunkan untuk menunjukkan kehadiran aparat secara nyata di lapangan.
⚠️ Bukan Razia Sembarangan, Tapi Tetap Tegas
Direktur Jenderal Imigrasi Malaysia, Datuk Zakaria Shaaban, menegaskan bahwa operasi ini bukan untuk menakut-nakuti atau mengganggu warga asing.
Namun, pesan tegas tetap disampaikan:
“Kami ingin memastikan seluruh warga asing tetap terpantau, sekaligus menjaga keselamatan dan ketertiban umum,” tegasnya.
Pendekatan yang diambil bersifat preventif, namun tetap mengedepankan penegakan hukum bagi siapa pun yang melanggar aturan keimigrasian.
⏱️ Operasi Nonstop, Petugas Dikerahkan Tanpa Henti
Sedikitnya 50 personel Imigrasi diterjunkan dalam operasi ini dengan sistem kerja dua sif:
Sif 1: 10.00 – 22.00
Sif 2: 22.00 – 10.00
Artinya, tidak ada celah waktu bagi pelanggaran untuk luput dari pengawasan.
🚨 Sinyal Keras Jelang Lebaran
Langkah ini dinilai sebagai peringatan keras namun halus bagi seluruh warga asing di Malaysia:
patuh aturan atau bersiap menghadapi konsekuensi hukum.
Dengan meningkatnya mobilitas menjelang Lebaran, pemerintah Malaysia tampaknya tidak ingin mengambil risiko. Kuala Lumpur harus tetap aman, tertib, dan terkendali—tanpa kompromi.
(mediaviral.co)
















