Mukomuko, Bengkulu – MediaViral.co
Di tengah banyaknya desa yang masih mengeluh soal keterbatasan anggaran dan lambannya bantuan pemerintah, Desa Tanjung Mulya SP9, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko justru mencatat sejarah. Tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan besar dari luar, warga desa ini berhasil menghadirkan satu unit ambulans murni dari hasil swadaya masyarakat, Kamis (8/1/2026).
Pencapaian ini bukan sekadar pengadaan kendaraan, melainkan tamparan keras bahwa gotong royong yang dikelola dengan jujur dan serius masih menjadi kekuatan nyata di desa.
Gagasan pengadaan ambulans berangkat dari kesadaran kolektif sejak awal 2025. Pemerintah Desa Tanjung Mulya SP9 membuka ruang musyawarah terbuka yang melibatkan seluruh elemen masyarakat: tokoh agama, pemuda, kaum perempuan, hingga perwakilan tiap dusun. Hasilnya satu suara: kesehatan darurat adalah kebutuhan mendesak yang tak bisa ditunda.
Jarak desa yang cukup jauh dari fasilitas kesehatan kecamatan dan kabupaten kerap membuat warga terlambat mendapatkan penanganan medis. Dalam kondisi darurat, keterlambatan berarti risiko nyawa. Dari sinilah tekad bersama lahir.
Tanpa paksaan, warga bergerak dengan caranya masing-masing. Ada yang menyisihkan hasil panen, ada yang menyumbang dari usaha kecil, bahkan ada yang rela melelang barang pribadi demi menambah dana. Semua dilakukan secara terbuka dan transparan, dengan pembukuan bersama yang rutin diumumkan kepada publik desa, baik melalui papan informasi maupun grup WhatsApp warga.
Kerja kolektif yang konsisten itu akhirnya membuahkan hasil di awal 2026. Satu unit ambulans layak pakai berhasil dibeli dan diresmikan, disaksikan ratusan warga serta perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko.
Kepala Desa Tanjung Mulya SP9, Wardoyo, tak menutupi rasa bangganya. Ia menegaskan bahwa ambulans tersebut adalah milik seluruh masyarakat, bukan milik pemerintah desa semata, apalagi individu tertentu.
“Ini bukan sekadar mobil ambulans. Ini simbol kepedulian, simbol persatuan, dan bukti bahwa jika warga dan pemerintah desa berjalan searah, kebutuhan mendesak bisa diwujudkan tanpa harus terus menunggu bantuan dari luar,” tegas Wardoyo.
Tak berhenti pada pengadaan, pemerintah desa juga menyiapkan sistem pengelolaan yang jelas dan bertanggung jawab. Dua orang relawan warga telah dilatih untuk penanganan dasar darurat dan pengoperasian ambulans. Jadwal siaga disusun agar ambulans bisa digunakan kapan saja, termasuk malam hari dan hari libur. Anggaran operasional dan perawatan pun disiapkan secara khusus agar ambulans tidak mangkrak di kemudian hari.
Kini, masyarakat tak lagi harus panik mencari kendaraan pribadi saat kondisi darurat. Ambulans desa telah dilengkapi alat bantu pernapasan, kursi roda, alat cek tekanan darah, hingga obat-obatan dasar untuk penanganan awal pasien sebelum dirujuk ke rumah sakit.
Keberhasilan Desa Tanjung Mulya SP9 mendapat apresiasi langsung dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, M.Si. Ia menyebut capaian ini sebagai contoh nyata bahwa desa mampu menjadi motor perubahan jika dikelola dengan kemauan dan kejujuran.
“Ini contoh luar biasa. Gotong royong yang dikelola dengan baik terbukti mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat. Kami berharap langkah ini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Mukomuko,” ujarnya.
Bagi warga Tanjung Mulya SP9, ambulans ini bukan akhir, melainkan awal dari perubahan besar. Pemerintah desa berkomitmen melanjutkan pola kolaborasi ini ke sektor lain seperti pendidikan, pertanian, dan infrastruktur.
Di saat banyak desa masih sibuk beralasan, Tanjung Mulya SP9 memilih bergerak. Sebuah bukti bahwa ketika niat baik, kejujuran, dan kebersamaan bersatu, desa mampu berdiri di atas kakinya sendiri.
(TIM/BM)
















