Aceh Tengah — MediaViral.co
Hari pertama masuk sekolah pasca libur panjang Idul Fitri 1447 Hijriah langsung dimanfaatkan Kapolres Aceh Tengah, AKBP Muhamad Taufiq, untuk “mengguncang” kesadaran para pelajar. Dalam kunjungannya ke SMA Negeri 1 Takengon, Senin (30/3/2026), ia tak sekadar jadi pembina upacara—tetapi juga menyampaikan peringatan keras soal masa depan generasi muda.
Lewat program Saweu Sikula, Kapolres turun langsung ke lapangan, didampingi Satuan Binmas, menyasar mental dan karakter siswa sejak hari pertama mereka kembali ke bangku sekolah.
Dalam amanatnya, Taufiq membuka dengan ucapan Idul Fitri, namun tak butuh waktu lama untuk masuk ke inti persoalan: krisis moral di kalangan pelajar.
“Gemar membaca Alquran bukan sekadar rutinitas, tapi pondasi utama membangun iman dan masa depan. Tanpa itu, adik-adik akan mudah terjerumus,” tegasnya di hadapan ratusan siswa.
Tak berhenti di situ, Kapolres juga menyoroti kondisi lingkungan sekolah yang kerap dianggap sepele. Ia mendorong gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) sebagai bagian dari pembentukan karakter disiplin.
“Sekolah bukan tempat kotor dan semrawut. Ini rumah kedua kalian. Kalau tidak dijaga, bagaimana mau nyaman belajar?” ujarnya lantang.
Namun, bagian paling “menyengat” datang saat ia menyinggung fenomena bullying dan maraknya pengaruh negatif di kalangan pelajar.
“Tidak boleh ada lagi bullying! Jangan merasa hebat dengan merendahkan teman. Itu tanda lemah, bukan kuat!” katanya tegas.
Ia juga secara blak-blakan menyinggung ancaman serius lain yang kini mengintai generasi muda: narkoba dan judi online.
“Jauhi narkoba dan judi, termasuk slot online! Itu bukan permainan, itu jebakan yang menghancurkan masa depan kalian,” peringatannya.
Sebagai penutup, Kapolres menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada pihak sekolah—simbol bahwa perubahan tidak hanya lewat kata-kata, tapi juga aksi nyata.
Kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat kepolisian tak ingin hanya jadi penegak hukum, tetapi juga ikut membentuk karakter generasi muda sejak dini.
Pesannya jelas: prestasi saja tidak cukup—tanpa akhlak dan disiplin, masa depan bisa runtuh seketika.
Report By Chandra
30 Maret 2026
















