Kotabumi, Lampung Utara — MediaViral.co
Dunia pendidikan Lampung Utara kembali menjadi sorotan. Kegiatan Lampung Utara Great Teacher 2025 yang digelar di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Senin (15/12/2025), bukan sekadar seremoni biasa. Acara ini berubah menjadi panggung dialog terbuka ketika Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., turun langsung menyapa dan mendengarkan aspirasi para guru.
Di tengah tantangan kualitas pendidikan dan tuntutan peningkatan sumber daya manusia, kehadiran orang nomor satu di Lampung Utara ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mulai serius menjadikan guru sebagai aktor utama perubahan.
Turut hadir Kepala Dinas Pendidikan Lampung Utara, Hi. Sukatno, S.H., M.H., para pendidik, tenaga kependidikan, serta pemangku kepentingan pendidikan lainnya. Forum tersebut menjadi ajang pembuktian bahwa suara guru tidak lagi hanya didengar di ruang kelas, tetapi juga di lingkaran pengambil kebijakan.
Dalam sambutannya yang lugas dan penuh penekanan, Bupati Hamartoni menegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar kurikulum, melainkan penentu arah masa depan daerah.
“Guru adalah fondasi pembangunan sumber daya manusia. Tanpa guru yang kuat, jangan berharap Lampung Utara melahirkan generasi unggul dan berdaya saing,” tegas Bupati di hadapan ratusan peserta.
Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui pembinaan berkelanjutan, inovasi pembelajaran, serta dukungan kebijakan yang berpihak pada dunia pendidikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Hi. Sukatno, menyebut Great Teacher 2025 sebagai momentum kebangkitan profesionalisme guru. Menurutnya, guru dituntut tidak hanya mengajar, tetapi juga beradaptasi dengan perubahan zaman dan kebutuhan peserta didik.
Puncak acara semakin “memanas” saat digelar talkshow bertajuk “1 Jam Lebih Dekat dengan Bupati Lampung Utara” yang dimoderatori oleh Herdinal. Dialog berlangsung dinamis, terbuka, dan sarat kritik konstruktif. Isu pembangunan daerah, tantangan pendidikan, hingga harapan guru terhadap kebijakan pemerintah dibahas tanpa sekat.
Forum ini dinilai menjadi bukti bahwa komunikasi antara pemerintah dan insan pendidikan mulai bergerak ke arah yang lebih transparan dan partisipatif.
Melalui Great Teacher 2025, harapan besar pun digantungkan: lahirnya gagasan segar, kolaborasi nyata, dan keberanian guru untuk menjadi agen perubahan. Kini, publik menanti—apakah dialog terbuka ini akan benar-benar berbuah kebijakan konkret, atau hanya berhenti sebagai agenda tahunan semata. (mediaviral.co)
















