Serang, Banten — MediaViral.co
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Serang kembali tidak berada di tempat saat hendak dikonfirmasi terkait kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekretaris Desa dan Kaur Keuangan yang digelar di Desa Srimulyo, Bantul, Yogyakarta pada 3–5 Desember 2025.
Sebelumnya, mediaviral.co telah menerbitkan berita berjudul “Bimtek dan Studi Tiru Perangkat Desa Serang di Bantul Diduga Pemborosan Anggaran”, yang menyoroti dugaan ketidakwajaran dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kepala DPMD Diduga Menghindar dari Konfirmasi
Ketika tim mediaviral.co mendatangi kantor DPMD Kabupaten Serang, Kepala Dinas yang sebelumnya terlihat berada di ruangan justru tidak menemui awak media. Padahal, menurut staf yang berada di lokasi, Kepala Dinas sempat meminta wartawan untuk menunggu. Namun setelah menunggu hingga satu jam lebih, tidak ada perwakilan yang datang untuk memberikan keterangan.
Situasi tersebut menimbulkan dugaan bahwa Kepala DPMD Kabupaten Serang enggan memberikan klarifikasi mengenai pelaksanaan Bimtek yang disinyalir bermasalah dan berpotensi mengarah pada penyalahgunaan wewenang.
Peserta Bimtek Diduga Tidak Sesuai Jabatan
Dari informasi yang dihimpun, terdapat desa yang justru mengirim peserta Bimtek yang bukan Sekretaris Desa. Hal ini diungkapkan salah seorang Sekdes melalui pesan WhatsApp.
“Kalau saya tidak berangkat, Kang. Yang berangkat Kaur Keuangan dan Kaur Umum karena mereka yang ingin berangkat, alasannya sambil jalan-jalan. Ya saya mah ngalah saja,” ujarnya.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kegiatan Bimtek tidak dilaksanakan sesuai mekanisme dan tujuan peningkatan kapasitas aparatur desa.
Penyelenggara Bimtek Turut Enggan Dikonfirmasi
Linda Oktaria, selaku penyelenggara kegiatan, juga terkesan menghindar dari permintaan konfirmasi. Baik melalui pesan WhatsApp, panggilan telepon, maupun upaya konfirmasi langsung, yang bersangkutan hanya menyarankan agar media menghubungi pemerintah desa. Saat ditanya mengenai CV pelaksana kegiatan Bimtek, Linda tidak memberikan jawaban apa pun.
Sementara itu, Dedi Ardiyansyah selaku Koordinator Kecamatan Petir justru memblokir nomor wartawan setelah dimintai keterangan. Tindakan tersebut menimbulkan kesan bahwa pihak terkait alergi terhadap media dan enggan memberikan klarifikasi.
PPWI Duga Ada Kongkalikong
Ketua DPD Banten Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Abdul Kabir Albantani, menyoroti sikap tertutup penyelenggara dan DPMD Kabupaten Serang. Ia menduga ada praktik kongkalikong antara penyelenggara dan pihak dinas, terlebih narasumber kegiatan Bimtek disebut berasal dari DPMP dan Inspektorat Kabupaten Serang.
“Dengan diamnya para penyelenggara dan DPMD, kami menduga ada kongkalikong. Kami meminta Kejaksaan Negeri Serang dan Kejaksaan Tinggi Banten segera memeriksa pihak penyelenggara dan dinas terkait untuk memastikan sumber anggaran yang digunakan untuk Bimtek di Bantul–Yogyakarta,” tegas Abdul Kabir.
Desakan Transparansi
Hingga berita ini diterbitkan, tidak ada satu pun pejabat DPMD Kabupaten Serang ataupun penyelenggara Bimtek yang memberikan keterangan resmi. Publik serta aparatur desa berharap agar penggunaan anggaran dapat dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai peruntukan demi mencegah praktik pelanggaran dalam penyelenggaraan kegiatan pemerintahan desa.
Serang, 10 Desember 2025
















