Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Pengadaan Bahan Makanan Lapas Kelas IIA Cilegon Diduga Markup Anggaran

84
×

Pengadaan Bahan Makanan Lapas Kelas IIA Cilegon Diduga Markup Anggaran

Sebarkan artikel ini

Serang, Banten — MediaViral.co

Pengadaan bahan makanan untuk Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon pada Tahun Anggaran 2025 dengan total nilai Rp 14.994.484.499,20 diduga menyimpan kejanggalan. Penyedia jasa disebutkan adalah CV Bekah Indopangan, dengan jumlah kebutuhan untuk sekitar 1.800 warga binaan.

Example 300250

Dugaan markup mencuat setelah dilakukan kalkulasi kebutuhan makan sehari-hari warga binaan. Jika satu warga binaan dialokasikan anggaran Rp 21.000 per hari, maka total kebutuhan hanya sekitar Rp 13.608.000.000,00. Artinya terdapat selisih anggaran sekitar Rp 1.391.000.000,00 yang dipertanyakan penggunaannya.

“Jika anggaran diserap seluruhnya padahal jumlah warga binaan 1.800 orang, maka kami menduga ada indikasi markup anggaran dan aroma korupsi di lingkungan Lapas Kelas IIA Cilegon,” ungkap salah satu narasumber.


Konfirmasi Terhambat, Humas Tidak Ada di Tempat

Saat awak mediaviral.co mendatangi Lapas Kelas IIA Cilegon untuk meminta konfirmasi, bagian Hubungan Masyarakat (Humas) tidak berada di lokasi. Awak media hanya menemui seorang sipir yang berjaga di pos depan.

Sipir tersebut menyarankan agar pihak media kembali di waktu lain karena Humas sedang tidak bertugas.

“Kalau Humas yang sekarang harus buat janji dulu. Kalau janjinya jam 3, harus tepat jam 3. Lewat sedikit saja tidak mau menemui. Tidak seperti Humas sebelumnya, Pak Rilo, yang kapan pun siap ditemui,” ujar sipir tersebut.

Saat ditanya jumlah warga binaan, sipir itu menjelaskan bahwa total warga binaan saat ini sekitar 1.800 orang, termasuk yang berstatus titipan dan yang masih menjalani proses persidangan.


PPWI: Ada Selisih Anggaran yang Jelas Terlihat

Ketua DPD Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Banten, Abdul Kabir Albantani, menegaskan bahwa data jumlah warga binaan menambah kuat dugaan adanya markup anggaran.

“Jika jumlah warga binaan Lapas Kelas IIA Cilegon 1.800 orang, dan DIPA anggarannya mencapai Rp 14,9 miliar, maka jelas terlihat adanya selisih yang sangat besar. Kami menduga ada markup anggaran,” ujarnya.

Abdul Kabir juga menyebutkan pernyataan resmi Kementerian Hukum dan HAM pada Agustus 2024, yang menyatakan bahwa anggaran makan narapidana di Indonesia rata-rata Rp 20.000 per hari untuk tiga kali makan.

“Kalau memakai standar Kemenkumham, nilai pagu anggarannya jauh lebih besar daripada kebutuhan riil. Jika anggaran diserap seluruhnya, maka dugaan kerugian negara itu sangat mungkin terjadi,” tegasnya.


Menunggu Penjelasan Resmi Lapas

Hingga berita ini diterbitkan, pihak mediaviral.co masih berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari Humas maupun Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon untuk memastikan kejelasan dan penggunaan anggaran tersebut. (mediaviral.co)

Example 300x375