Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah – MediaViral.co
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) semakin menjadi-jadi. Warga kini harus rela mengantri panjang hanya untuk mendapatkan biosolar bersubsidi. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh SPBU Kobar, Senin (22/9/2025).
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, sebelumnya sempat terjadi aksi damai pada Juli 2025 lalu terkait polemik penghapusan sekaligus pengalihan kuota biosolar bersubsidi di SPBU Lamandau Panjung. Ironisnya, kuota justru dialihkan ke SPBU baru di Jalan arah Kolam, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kobar.
Padahal, berdasarkan aturan yang beredar di internal Pertamina, SPBU baru tidak diperkenankan langsung menerima kuota subsidi. Namun faktanya, SPBU tersebut bukan hanya mendapat jatah, tetapi justru ditambah kuotanya. Sementara SPBU lama lainnya di Kobar mengalami pengurangan.
Hal ini memicu dugaan adanya praktik bisnis terselubung yang dimainkan oknum di Pertamina, khususnya di bidang pengelolaan kuota subsidi. Pengusaha SPBU lain pun merasa dirugikan karena pembagian kuota yang tidak merata.
Ketika media ini mencoba meminta klarifikasi kepada SBM Pertamina Kobar, Farel, melalui pesan WhatsApp, hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban.
“Ini jelas janggal. Kuota BBM bersubsidi mestinya merata, bukan malah dipangkas di SPBU lama dan ditambah untuk SPBU baru. Ada dugaan permainan yang merugikan masyarakat,” ujar salah satu pengelola SPBU yang enggan disebutkan namanya.
Publik kini menuntut Pertamina untuk segera turun tangan dan melakukan investigasi serius. Jika benar ada oknum yang memperjualbelikan kuota subsidi untuk kepentingan tertentu, maka hal ini bisa dikategorikan sebagai penyalahgunaan wewenang.
Apabila dugaan praktik kotor ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan semakin banyak SPBU yang dirugikan dan masyarakat makin sulit mengakses BBM bersubsidi yang sejatinya menjadi hak mereka.
(Irvand/MediaViral.co)
















