Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Diduga Dianiaya Oknum Brimob hingga Kritis, Warga Sungkai Utara Bersimbah Darah

17
×

Diduga Dianiaya Oknum Brimob hingga Kritis, Warga Sungkai Utara Bersimbah Darah

Sebarkan artikel ini

Lampung Utara — MediaViral.co

Seorang warga Dusun Wonorejo, Desa Ogan Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Ariza Okda Pratama (34), diduga menjadi korban penganiayaan oleh seorang oknum anggota Brimob yang disebut berdinas di Bandar Lampung, Senin (21/9/2026).

Example 300250

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka serius di bagian kepala hingga harus mendapatkan perawatan medis. Informasi mengenai dugaan penganiayaan tersebut disampaikan Abdul Kadir, kakak ipar korban sekaligus pihak yang melaporkan kejadian, didampingi Yanto, Kepala Desa Negara Bumi.

Menurut Abdul Kadir, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu, korban baru pulang dari aktivitas memanen atau ngeleles singkong.

Korban kemudian ditemukan dalam kondisi terluka parah. Darah disebut mengalir dari bagian belakang kepala dekat telinga serta keluar dari hidung dan telinga. Kondisi korban juga disebut mulai kehilangan kesadaran.

“Kami langsung membawa adik kami ke Puskesmas Negararatu. Karena kondisinya cukup kritis, sekitar pukul 15.00 WIB pihak puskesmas merujuk korban ke RS Handayani Kotabumi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” ujar Abdul Kadir.

Sebelum kehilangan kesadaran, lanjut Abdul Kadir, korban sempat menceritakan secara singkat mengenai kejadian yang dialaminya.

Menurut keterangan korban kepada keluarga, dirinya diduga dianiaya oleh seorang oknum anggota Brimob yang disebut berasal dari Bandar Lampung. Korban juga mengaku sempat mendengar suara letusan senjata api sebanyak dua kali di lokasi kejadian sebelum akhirnya terkapar.

Atas kejadian tersebut, Abdul Kadir selaku perwakilan keluarga kemudian mendatangi Polres Lampung Utara untuk membuat laporan dan meminta agar kasus tersebut segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum.

Keluarga korban berharap proses hukum dilakukan secara transparan dan tidak membedakan siapa pun berdasarkan status maupun profesinya.

“Kami selaku keluarga korban meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus ini secara tegas dan sesuai hukum. Kami berharap apabila terbukti bersalah, pelaku mendapatkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Hukum harus ditegakkan secara adil,” tegas Abdul Kadir.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Lampung Utara mengenai laporan dugaan penganiayaan tersebut maupun mengenai identitas anggota Brimob yang disebut oleh pihak keluarga.

Media masih berupaya mengonfirmasi pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan informasi yang berimbang mengenai kronologi serta perkembangan penanganan kasus tersebut.

Catatan: Seluruh informasi mengenai keterlibatan oknum anggota Brimob, dugaan penganiayaan, serta suara letusan senjata api dalam berita ini masih berdasarkan keterangan pihak keluarga dan korban sebagaimana disampaikan kepada keluarga. Pembuktian mengenai peristiwa tersebut menjadi kewenangan aparat penegak hukum melalui proses pemeriksaan dan penyelidikan. (mediaviral.co)

Example 300x375