Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dekat Bandara Internasional, Jalan Puloraya–Branti Masih Tanah Merah: Semua Bupati Tutup Mata? Dilampung Kepala Daerahnya Rata Tukang Rampok Uang Rakyat, Gen Jongos Belanda

133
×

Dekat Bandara Internasional, Jalan Puloraya–Branti Masih Tanah Merah: Semua Bupati Tutup Mata? Dilampung Kepala Daerahnya Rata Tukang Rampok Uang Rakyat, Gen Jongos Belanda

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan – MediaViral.co

Ironi pembangunan kembali terpampang nyata di Kabupaten Lampung Selatan. Di balik megahnya Bandara Internasional Radin Inten II, terdapat jalan penghubung vital antara Dusun Puloraya, Kelurahan Haduang, Kecamatan Natar, menuju Desa Branti yang hingga kini tak lebih dari hamparan tanah merah.

Example 300250

Fakta mencengangkan, sejak zaman penjajahan hingga Indonesia merdeka, akses jalan tersebut tak pernah benar-benar dibangun. Berganti rezim, berganti bupati, namun kondisi jalan tetap sama: rusak, berlumpur, dan menyulitkan warga.

Saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan licin yang rawan kecelakaan. Sebaliknya, di musim kemarau, debu tebal menyelimuti pemukiman dan lahan pertanian warga. Jalan yang seharusnya menjadi penggerak ekonomi justru menjadi simbol ketimpangan pembangunan.

“Kami seperti tidak dianggap. Padahal jaraknya dekat dengan bandara, tapi jalannya seperti di pelosok terpencil,” ujar warga dengan nada kecewa.

Lebih ironis lagi, jalan tersebut rutin dilintasi truk-truk besar pengangkut tanah hasil penambangan dari perbukitan Gunung Branti. Beban kendaraan berat memperparah kerusakan jalan, sementara pemerintah terkesan membiarkan tanpa pengawasan maupun kontribusi perbaikan dari para penambang.

Warga menilai, keberadaan aktivitas tambang justru lebih diprioritaskan ketimbang keselamatan dan kesejahteraan masyarakat sekitar. Jalan yang rusak bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mempersulit warga dalam mencari nafkah, mengangkut hasil pertanian, hingga akses pendidikan dan kesehatan.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar: di mana peran pemerintah daerah? Mengapa jalan strategis yang berada di kawasan penyangga bandara internasional dibiarkan terbengkalai selama puluhan tahun?

Masyarakat Puloraya dan Branti mendesak Bupati Lampung Selatan, DPRD, serta instansi terkait untuk segera turun langsung ke lapangan. Mereka meminta pembangunan jalan permanen dan penertiban aktivitas angkutan tambang yang dinilai memperparah kerusakan.

“Kalau tidak diperbaiki, ini bukti nyata pembangunan hanya slogan,” tegas warga. (mediaviral.co)

Example 300x375