Ponorogo, Jawa Timur – MediaViral.co
Suasana sosialisasi di Hotel Maesa Ponorogo mendadak memanas ketika anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Suli Da’im, melontarkan kritik keras soal ketimpangan hukum dan birokrasi yang dinilai masih jauh dari rasa keadilan rakyat.
Dalam agenda bertema “Peran Hukum dan Pemerintahan Berkeadilan untuk Mewujudkan Masyarakat Sejahtera” pada Minggu (15/3/2026), Suli Da’im secara blak-blakan menyinggung realitas pahit yang sering dirasakan masyarakat: hukum kerap terasa berat bagi rakyat kecil, namun lunak bagi mereka yang memiliki kekuasaan.
“Jangan bicara kesejahteraan kalau hukum masih tebang pilih! Rakyat tidak butuh janji manis, rakyat butuh keadilan nyata,” tegasnya di hadapan ratusan peserta yang memenuhi ruangan.
Pernyataan tersebut langsung memantik perhatian peserta. Suli Da’im menilai, selama hukum masih dipermainkan oleh kepentingan dan birokrasi masih berbelit, maka kesejahteraan hanya akan menjadi slogan politik yang terus diulang setiap musim pemilu.
Menurutnya, negara harus benar-benar hadir membela kepentingan rakyat, bukan sekadar menjadi penonton ketika ketidakadilan terjadi di depan mata.
“Kalau hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas, jangan harap rakyat percaya pada pemerintah. Tanpa keadilan, pembangunan hanya akan dinikmati segelintir orang,” katanya dengan nada tegas.
Politisi senior itu juga mengingatkan bahwa pemerintahan yang adil bukan hanya soal membuat aturan, tetapi keberanian untuk menegakkan aturan tersebut tanpa pandang bulu.
Diskusi di Bumi Reog ini pun berlangsung panas dan interaktif. Sejumlah peserta menyoroti berbagai persoalan yang mereka rasakan, mulai dari pelayanan publik yang berbelit hingga ketimpangan penegakan hukum yang masih kerap terjadi di berbagai daerah.
Kunjungan Suli Da’im ke Ponorogo seolah menjadi alarm keras: jika hukum dan pemerintahan tidak segera dibenahi, maka mimpi tentang kesejahteraan rakyat hanya akan terus menjadi wacana tanpa kenyataan. (mediaviral.co)
















