Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Cuti Idulfitri Ditambah, Pemerintah Malaysia “Tekan” Pengusaha: Jangan Halangi Pekerja Pulang Lebaran!

32
×

Cuti Idulfitri Ditambah, Pemerintah Malaysia “Tekan” Pengusaha: Jangan Halangi Pekerja Pulang Lebaran!

Sebarkan artikel ini

Putrajaya, Malaysia – Mediaviral.co | 15 Maret

Pemerintah Malaysia akhirnya mengambil langkah tegas menjelang perayaan Idulfitri. Melalui Kementerian Sumber Daya Manusia Malaysia (KESUMA), para pengusaha diingatkan agar tidak mempersulit pekerja yang ingin menikmati cuti tambahan Lebaran.

Example 300250

Kebijakan ini muncul setelah Perdana Menteri Anwar Ibrahim secara resmi menyetujui satu hari cuti tambahan nasional, sebuah keputusan yang langsung disambut antusias para pekerja yang berharap bisa lebih lama berkumpul bersama keluarga.

Namun pemerintah memberi sinyal keras: perusahaan tidak boleh mengakali aturan cuti tersebut.

Dalam pernyataan resminya di Putrajaya, KESUMA menegaskan bahwa cuti tambahan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat di bawah Undang-Undang Hari Libur 1951 (Akta 369) dan Undang-Undang Kerja 1955 (Akta 265).

“Cuti ini adalah hari libur umum yang berlaku bagi pekerja sektor swasta,” tegas kementerian.

Perusahaan Diminta Jangan “Bermain Aturan”

KESUMA juga mengingatkan pengusaha agar tidak membuat kebijakan sepihak yang merugikan pekerja. Perusahaan wajib memberikan penjelasan jelas apakah cuti tambahan diberikan sesuai tanggal yang ditetapkan pemerintah atau diganti dengan hari lain sebagai cuti berbayar.

Lebih jauh lagi, pemerintah menegaskan bahwa jika pekerja tetap dipaksa bekerja pada hari libur tersebut, maka perusahaan wajib membayar upah lembur sesuai hukum yang berlaku.

Peringatan ini dinilai sebagai pesan keras agar dunia usaha tidak mengabaikan hak pekerja, terutama di momen penting seperti Lebaran.

Lebaran Bukan Sekadar Libur

KESUMA menekankan bahwa Idulfitri bukan hanya hari raya biasa, tetapi momen sakral bagi masyarakat Muslim untuk berkumpul dengan keluarga setelah sebulan menjalani Ramadan.

Karena itu pemerintah mendorong perusahaan untuk mengedepankan praktik kerja yang lebih manusiawi dengan mendukung keseimbangan hidup dan kerja.

“Perayaan seperti Idulfitri sangat bermakna bagi pekerja untuk berkumpul dengan orang-orang terkasih,” ujar kementerian.

Penentuan Tanggal Masih Menunggu 1 Syawal

Meski cuti tambahan sudah disetujui, tanggal pastinya masih menunggu penetapan resmi 1 Syawal.

Skema yang disiapkan pemerintah:

Jika Idulfitri jatuh pada Jumat (20 Maret) → cuti tambahan diberikan Senin (23 Maret)

Jika Idulfitri jatuh pada Sabtu (21 Maret) → cuti tambahan diberikan Jumat

Keputusan ini disebut sebagai bentuk apresiasi pemerintah kepada rakyat atas kerja keras selama Ramadan, sekaligus memastikan masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan lebih tenang.

Namun satu pesan jelas dari pemerintah: hak pekerja untuk menikmati Lebaran tidak boleh diganggu oleh kepentingan bisnis.

(mediaviral.co)

Example 300x375