Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Bupati OKU Selatan Turun Langsung ke Lokasi Bencana: Aksi Cepat atau Sekadar Seremonial?

16
×

Bupati OKU Selatan Turun Langsung ke Lokasi Bencana: Aksi Cepat atau Sekadar Seremonial?

Sebarkan artikel ini

Muaradua, OKU Selatan, Sumatera Selatan – MediaViral.co

Di tengah kepanikan warga akibat banjir dan tanah longsor, Bupati OKU Selatan, Abusama, S.H., akhirnya turun langsung ke lokasi terdampak di Dusun Manduriang dan Sahub, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT), Minggu (29/3/2026).

Example 300250

Kunjungan ini bukan sekadar simbolis. Bupati datang bersama jajaran lengkap Forkopimda—mulai dari Kapolres OKU Selatan AKBP I Made Redi Hartana hingga para kepala dinas strategis—menunjukkan bahwa bencana ini bukan persoalan kecil.

Bencana Nyata, Respons Harus Nyata

Di lapangan, kondisi yang dihadapi warga jauh dari kata aman. Banjir dan longsor tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga melumpuhkan aktivitas masyarakat.

Bupati Abusama menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Ia langsung menginstruksikan Dinas Sosial untuk mendirikan dapur umum—langkah krusial yang sering kali menjadi penentu bertahan tidaknya warga di hari-hari awal bencana.

Namun, publik tentu bertanya: seberapa cepat instruksi itu benar-benar diwujudkan?

OPD Diminta Bergerak, Bukan Sekadar Hadir

Dalam arahannya, Bupati tidak ingin ada instansi yang berjalan sendiri-sendiri. Ia menekankan koordinasi lintas OPD dengan BPBD sebagai ujung tombak penanganan.

Tak hanya itu, Dinas Komunikasi dan Informatika juga diminta segera membuka akses jaringan komunikasi di lokasi terdampak—sebuah langkah yang sering diabaikan, padahal vital untuk koordinasi darurat.

“Kebutuhan dasar masyarakat harus segera terpenuhi, dan seluruh OPD harus bergerak bersama,” tegasnya.

Pernyataan ini jelas—tapi sekali lagi, implementasi di lapangan adalah ujian sesungguhnya.

Bantuan Disalurkan, Harapan Dipertaruhkan

Selain meninjau, Bupati dan rombongan juga menyerahkan bantuan langsung kepada warga. Kehadiran pejabat di tengah bencana memang membawa efek psikologis: warga merasa tidak ditinggalkan.

Namun, pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bahwa tantangan terbesar bukan pada hari pertama—melainkan pada hari-hari setelah sorotan mereda.

Antara Harapan dan Kenyataan

Kehadiran Bupati dan Forkopimda memang memberi sinyal kuat bahwa pemerintah hadir. Tapi masyarakat tentu menunggu lebih dari sekadar kunjungan: mereka menunggu solusi nyata, cepat, dan berkelanjutan.

Bencana sudah terjadi. Kini, yang dipertaruhkan adalah kecepatan, ketepatan, dan keseriusan penanganan.

Apakah ini akan menjadi contoh respons tanggap darurat yang solid—atau justru kembali menjadi rutinitas tanpa perubahan berarti?

Waktu yang akan menjawab. (mediaviral.co)

Example 300x375