Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Ambulans Dana Desa Rp200 Juta “Raib” Usai Kecelakaan, Warga Tanjung Serupa Way Kanan Desak Kepala Kampung Diaudit

56
×

Ambulans Dana Desa Rp200 Juta “Raib” Usai Kecelakaan, Warga Tanjung Serupa Way Kanan Desak Kepala Kampung Diaudit

Sebarkan artikel ini

Way Kanan, Lampung – MediaViral.co

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Sungkai, Desa Negara Ratu, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, pada Jumat malam (26/9/2025) sekitar pukul 19.30 WIB.

Example 300250

Peristiwa tersebut melibatkan sebuah mobil ambulans bernomor polisi BE 9050 WZ yang dikemudikan oleh Den Peak, warga Desa Tanjung Serupa SP 6B, Kecamatan Pakuan Ratu, Kabupaten Way Kanan. Ambulans tersebut menabrak bagian belakang truk bermuatan singkong bernomor polisi BE 8892 JR yang dikemudikan oleh Ridduan.

Akibat kecelakaan tersebut, jenazah yang berada di dalam ambulans kemudian dijemput oleh pihak keluarga untuk langsung dibawa ke Way Kanan. Sementara itu, sopir truk beserta kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan oleh pihak Polsek Sungkai Utara untuk penyelidikan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun Tim Media Viral KPK, pada tahun 2026 sopir mobil truk Ridduan dan sopir ambulans Den Peak telah berdamai di Polsek Sungkai Utara, Negara Ratu. Hasil perdamaian tersebut menyepakati bahwa seluruh biaya kerusakan mobil ambulans ditanggung oleh Ridduan selaku sopir truk. Informasi yang diperoleh menyebutkan biaya kerusakan mobil ambulans sekitar Rp45.000.000.

Namun demikian, muncul pertanyaan di tengah masyarakat mengenai keberadaan mobil ambulans tersebut. Salah seorang warga berinisial RJ menyampaikan bahwa sejak kecelakaan hingga saat ini mobil ambulans tersebut tidak lagi berada di Desa Tanjung Serupa SP 6B.

“Sejak kecelakaan sampai sekarang mobil ambulans itu tidak ada lagi di desa, seperti ditelan bumi. Sudah sekitar enam bulan mobil itu hilang dan tidak diketahui keberadaannya,” ujar RJ.

Menurut informasi yang beredar, mobil tersebut diduga berada di wilayah Prokimal. Namun setelah dilakukan pencarian oleh warga, kendaraan tersebut hingga kini belum dapat ditemukan.

Masyarakat juga mengaku telah mempertanyakan keberadaan ambulans tersebut kepada anggota Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) yang berjumlah sekitar sembilan orang. Namun, menurut mereka tidak ada yang berani mempertanyakan langsung kepada Kepala Desa Mardiono. Bahkan, tidak satu pun anggota BPK yang mengetahui keberadaan mobil ambulans tersebut.

“Kami masyarakat punya hak untuk mengetahui ke mana mobil itu dibawa, karena setahu kami mobil tersebut dibeli dari Dana Desa tahun 2024 dengan nilai sekitar Rp200 juta lebih,” ungkap salah satu tokoh masyarakat.

Sementara itu, seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya menyebutkan bahwa mobil ambulans yang mengalami kerusakan tersebut diduga ditangani oleh Kepala Kampung Mardiono, bukan oleh sopir truk Ridduan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat Desa Tanjung Serupa SP 6B berharap pihak berwenang segera turun tangan.

“Kami berharap Inspektorat, Kejaksaan, dan aparat penegak hukum turun untuk mengaudit Kepala Kampung Mardiono. Jika terbukti melakukan korupsi dan bersalah, kami meminta agar diproses sesuai hukum yang berlaku, karena itu adalah uang negara dan uang rakyat,” ujar warga. (mediaviral.co)

Example 300x375