Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Dampingi Gubernur Lampung Temui Warga Sukau, Parosil Mabsus “Curhat” Keluhan Petani Lampung Barat

17
×

Dampingi Gubernur Lampung Temui Warga Sukau, Parosil Mabsus “Curhat” Keluhan Petani Lampung Barat

Sebarkan artikel ini

Lampung Barat | Lampung – MediaViral.co

Momentum pertemuan dengan masyarakat Kecamatan Sukau dimanfaatkan betul oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Saat mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Pekon Tanjung Raya, Kamis (18/12/2025), Parosil secara terbuka menyampaikan curhatan panjang soal peliknya persoalan pertanian di Lampung Barat.

Example 300250

Daerah yang selama ini dikenal sebagai lumbung padi, kopi, dan sayur-mayur ternyata masih terjebak pada persoalan klasik: fasilitas minim dan harga hasil panen yang tak berpihak pada petani.

Dalam sambutannya, Parosil mengungkapkan bahwa mayoritas masyarakat Lampung Barat menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Namun potensi besar itu belum sepenuhnya mampu mendongkrak kesejahteraan warga.

“Untuk padi saja, Lampung Barat belum punya pabrik pengolahan. Akibatnya, pasokan beras untuk kebutuhan SPPG masih harus ambil dari kabupaten tetangga,” ungkap Parosil blak-blakan.

Tak hanya itu, petani sayur-mayur juga kerap merugi akibat harga yang tidak stabil di tingkat petani. Ironisnya, sayuran lokal bahkan belum sepenuhnya bisa diserap untuk program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) karena persoalan kandungan pestisida.

“Sayur belum bisa seluruhnya dari lokal. Menurut ahli gizi, kandungan pestisidanya masih tinggi,” tambahnya.

Gubernur Lampung Buka Akar Masalah

Menanggapi keluhan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal atau yang akrab disapa Mirza membeberkan akar persoalan anjloknya harga sayuran di Lampung Barat.

Menurutnya, banjir pasokan sayur dari luar daerah membuat harga produk lokal terpaksa mengikuti harga pasar luar Lampung.

“Selama ini sayur dari luar daerah masuk bebas. Akibatnya, harga sayur Lampung ikut tertekan,” ujar Mirza.

Namun Mirza menegaskan, ke depan kondisi itu tidak boleh terus dibiarkan. Ia berjanji akan memperketat masuknya sayuran dari luar Provinsi Lampung, selama kebutuhan daerah masih bisa dipenuhi oleh petani lokal.

“Bagaimana caranya potensi Lampung, termasuk sayur-mayur, bisa benar-benar dimanfaatkan agar masyarakat kita makmur,” tegasnya.

Pestisida Dikurangi, Pabrik Gabah Dijanjikan

Meski berpihak pada petani, Gubernur Lampung juga mengingatkan agar pola pertanian mulai dibenahi, khususnya penggunaan pestisida.

Hal tersebut penting agar hasil pertanian Lampung Barat bisa memenuhi standar dan terserap maksimal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sebagai penutup, Mirza memberikan angin segar bagi petani padi. Ia menjanjikan pembangunan pabrik pengolahan gabah di Lampung Barat untuk memutus ketergantungan daerah terhadap kabupaten lain.

Janji tersebut disambut harapan besar masyarakat, agar Lampung Barat tak lagi hanya jadi penghasil, tapi juga pengolah dan penentu nilai jual hasil pertanian sendiri. (mediaviral.co)

Example 300x375