Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Buka Pintu Investasi Asing, Tegaskan Lampung Siap Jadi Episentrum Ekonomi Sumatera

32
×

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Buka Pintu Investasi Asing, Tegaskan Lampung Siap Jadi Episentrum Ekonomi Sumatera

Sebarkan artikel ini

Jakarta – MediaViral.co

Provinsi Lampung menegaskan posisinya sebagai salah satu daerah dengan potensi investasi terbesar di Indonesia. Hal ini disampaikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam forum bergengsi Lampung Economic and Investment Forum (LEIF) 2025, yang digelar di Ballroom Pullman Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Example 300250

Di hadapan para duta besar, investor asing, lembaga keuangan, dan pelaku industri nasional, Gubernur Mirza membuka ruang investasi selebar-lebarnya, menjamin keamanan berusaha, kepastian hukum, serta kesiapan infrastruktur dan tenaga kerja yang kompetitif.

“Lampung adalah provinsi yang terbuka, stabil, dan siap untuk investasi global. Kami menyediakan ekosistem ekonomi yang aman, berdaya saing, dan berorientasi pada keberlanjutan,” tegas Gubernur Mirza dalam sambutannya.


Forum Strategis Dorong Arus Modal dan Hilirisasi

Forum LEIF 2025 yang diinisiasi Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung mengusung tema “Explore the Potential: Lampung Investment Opportunities for Sustainable Growth”.
Kegiatan ini menjadi ajang strategis memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga finansial untuk membuka peluang investasi baru, baik di sektor pertanian, industri pengolahan, pariwisata, hingga energi hijau.

Turut hadir Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, sejumlah duta besar negara sahabat, serta perwakilan investor dari Asia, Eropa, dan Timur Tengah.

Dalam paparannya, Gubernur Mirza menguraikan bahwa Lampung memiliki basis ekonomi kuat berbasis sumber daya alam, dengan karakter masyarakat yang terbuka terhadap inovasi dan kemitraan ekonomi.

“Lebih dari 70 persen penduduk Lampung berasal dari luar daerah hasil program transmigrasi. Ini mencerminkan keberagaman dan keterbukaan masyarakat Lampung terhadap perubahan dan kemajuan,” ujarnya.


Pertanian dan Perkebunan: Tulang Punggung Ekonomi Lampung

Hingga 2024, Lampung menempati posisi 10 besar provinsi dengan PDRB tertinggi di Indonesia. Menariknya, pertumbuhan ekonomi daerah ini bukan digerakkan industri berat, melainkan sektor pertanian dan perkebunan.

Sektor tersebut menyumbang hampir 30 persen PDRB Lampung atau sekitar Rp150 triliun, namun baru sekitar Rp20 triliun diolah secara lokal. “Artinya, ruang hilirisasi masih sangat terbuka lebar,” kata Gubernur Mirza.

Ia juga memaparkan deretan komoditas unggulan Lampung yang berpotensi besar dikembangkan menjadi pusat investasi baru:

Padi, peringkat kelima nasional dengan surplus satu juta ton per tahun.

Jagung, peringkat ketiga nasional dengan produksi hampir tiga juta ton per tahun.

Singkong, penyumbang 60–70 persen produksi nasional dan salah satu terbesar di dunia.

Kopi, peringkat kedua nasional, dengan kontribusi 70 persen ekspor kopi robusta Indonesia.

Lada, cokelat, kelapa, udang, ayam, dan sapi, sebagai komoditas yang potensial dikembangkan menjadi industri olahan bernilai tinggi.

“Selama ini kopi Lampung diekspor dalam bentuk green bean. Ke depan, kami akan dorong ekspor produk olahan seperti kopi bubuk dan tasting coffee agar nilai tambahnya tetap di Lampung,” tegasnya.


Dari Energi Hijau hingga Kawasan Industri Baru

Selain memperkuat sektor pertanian, Pemprov Lampung juga berkomitmen membangun ekosistem energi bersih dan berkelanjutan.

“Kami baru memulai proyek green hydrogen berbasis panas bumi, yang menjadi proyek pertama di dunia,” ungkap Mirza, disambut tepuk tangan para investor.

Ia menambahkan, Lampung memiliki potensi besar untuk mengembangkan bioetanol, energi angin, dan floating solar panel di bendungan Batu Tegi, Marga Tiga, dan Way Sekampung.

Pemerintah juga tengah menyiapkan lima kawasan industri strategis di Kabupaten Way Kanan, Lampung Selatan, dan Tanggamus. Kawasan tersebut akan difokuskan untuk pengolahan hasil pertanian, perkebunan, dan industri makanan bernilai ekspor.


Pariwisata dan KEK: Magnet Baru Investasi

Selain pertanian dan industri, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus utama Pemprov Lampung. Dengan garis pantai yang panjang dan akses mudah dari Pulau Jawa, Lampung kini tumbuh menjadi destinasi unggulan di Sumatera.

“Tahun 2024 kami mencatat 18 juta kunjungan wisatawan domestik. Tahun 2025, kami menargetkan 30 juta kunjungan,” kata Mirza optimistis.

Untuk memperkuat sektor ini, pemerintah menyiapkan dua hingga tiga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata, di antaranya Bakauheni (Lampung Selatan) dan Pesawaran, dengan total area lebih dari 5.000 hektare.


Lampung Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Baru Indonesia

Dalam penutupnya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, transparan, dan berorientasi jangka panjang.

“Lampung bukan sekadar daerah penyangga Jawa. Kami siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera dan gerbang investasi global Indonesia,” tegas Mirza di hadapan peserta forum.

Dengan potensi besar di sektor pertanian, energi, industri, dan pariwisata, Lampung kini tampil bukan hanya sebagai daerah penopang, tetapi sebagai motor baru ekonomi berkelanjutan Indonesia.

MediaViral.co – Melaporkan dari Jakarta.

Example 300x375