Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Bareskrim Polri Bongkar Tambang Ilegal di Lereng Merapi Operasi Senyap Ungkap Kerugian Negara Rp3 Triliun, Tiga Tersangka Diringkus

30
×

Bareskrim Polri Bongkar Tambang Ilegal di Lereng Merapi Operasi Senyap Ungkap Kerugian Negara Rp3 Triliun, Tiga Tersangka Diringkus

Sebarkan artikel ini

Magelang, Jawa Tengah – MediaViral.co

Langkah tegas kembali ditunjukkan Polri dalam perang melawan kejahatan lingkungan. Tim Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, di bawah komando Brigjen Pol Moh Irhamni, berhasil membongkar praktik penambangan pasir ilegal di kawasan lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Example 300250

Operasi yang digelar secara senyap pada Sabtu (1/11/2025) itu menjadi salah satu aksi penegakan hukum terbesar dalam kasus pertambangan ilegal di Jawa Tengah. Aktivitas tambang yang telah berlangsung selama dua tahun tersebut menimbulkan kerugian negara ditaksir mencapai Rp3 triliun.

“Kami telah menetapkan tiga orang tersangka, yakni AP, WW, dan DA. Mereka merupakan pemilik lahan sekaligus pemodal utama. Tersangka AP memiliki dua unit ekskavator yang digunakan dalam kegiatan tambang dan menerima keuntungan langsung dari penjualan pasir,” ujar Brigjen Moh Irhamni kepada wartawan, Selasa (4/11/2025).

Operasi Tanpa Bocor, Aparat Bertindak Tegas

Operasi gabungan yang melibatkan unsur Bareskrim Polri, Polda Jawa Tengah, Dinas ESDM, serta Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) ini berlangsung cepat dan tanpa kebocoran informasi. Alhasil, seluruh alat berat dan barang bukti berhasil diamankan di lokasi.

“Tidak ada kompromi. Tim bergerak dalam senyap dan ekskavator milik pelaku tertangkap basah di lokasi,” ungkap salah satu anggota tim operasi.

Warga Kecamatan Srumbung menyambut langkah tegas itu dengan rasa lega. Selama bertahun-tahun, aktivitas tambang ilegal di sekitar lereng Merapi disebut telah menghancurkan akses jalan, mencemari udara dengan debu, dan mengancam lingkungan.

“Sebagai warga kecil, kami sangat puas. Jalan rusak, debu tebal, dan truk pasir lewat 24 jam tanpa henti. Penegakan hukum seperti ini yang kami tunggu,” kata seorang warga yang enggan disebut namanya.

Kerusakan Lingkungan di Titik Kritis

Kepala Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Merapi, Irwan Edhie Kuncoro, S.T., M.T., yang turut hadir dalam operasi, menegaskan bahwa kerusakan akibat aktivitas tambang ilegal di kawasan konservasi Merapi sudah sangat memprihatinkan.

“Penambangan ilegal di wilayah Gunung Merapi telah menimbulkan dampak ekologis yang luas — mulai dari kerusakan ratusan hektar lahan konservasi, gangguan siklus hidrologi, hingga ancaman terhadap ketersediaan air tanah dan air bersih warga,” tegas Irwan.

Ia menambahkan, selain menyebabkan kerugian ekonomi negara, praktik ilegal tersebut juga membawa penderitaan sosial bagi masyarakat sekitar, mengganggu keseimbangan alam, dan meningkatkan risiko bencana di masa mendatang.

“Sumber mata air berpotensi mengering, lahan pertanian terancam gagal panen, dan kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi rusak parah. Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi ancaman bagi generasi berikutnya,” pungkas Irwan.

Polri Tegaskan Tak Ada Ruang untuk Mafia Tambang

Bareskrim Polri menegaskan akan menelusuri lebih jauh jaringan pendukung aktivitas tambang ilegal tersebut, termasuk kemungkinan adanya pihak-pihak yang melindungi atau terlibat dalam rantai distribusi hasil tambang.

Operasi senyap di Merapi ini menjadi sinyal kuat bahwa Polri tidak akan memberi ruang bagi mafia tambang dan perusak lingkungan.

“Negara tidak boleh kalah dari kejahatan lingkungan. Kami akan terus tindak siapa pun yang bermain di sektor ilegal ini,” tegas Brigjen Moh Irhamni. (mediaviral.co)

Example 300x375