Lampung – MediaViral.co
Isu mengenai praktik nepotisme atau hubungan kekerabatan dalam jabatan pemerintahan kembali menjadi sorotan publik di Provinsi Lampung. Masyarakat menilai, di sejumlah instansi pemerintahan daerah, baik di tingkat kabupaten hingga desa, masih ditemukan pola jabatan yang diduga diisi oleh orang-orang yang memiliki hubungan keluarga.
Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran akan munculnya dinasti jabatan yang dapat berdampak pada berkurangnya profesionalisme dan objektivitas dalam pelayanan publik. Beberapa warga menilai, praktik seperti ini membuat kesempatan bagi masyarakat umum yang berkompeten menjadi lebih kecil.
“Kadang kita melihat jabatan tertentu diisi oleh orang yang masih satu keluarga. Kalau ini terus dibiarkan, sulit bagi sistem pemerintahan untuk benar-benar bersih dan profesional,” ujar salah satu pemerhati kebijakan publik di Lampung yang enggan disebutkan namanya.
Pakar pemerintahan daerah menilai, praktik nepotisme merupakan bentuk maladministrasi yang dapat merusak sistem meritokrasi. Padahal, pemerintah pusat melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) serta Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) telah menegaskan pentingnya penerapan sistem merit dalam pengisian jabatan di lingkungan ASN.
Selain itu, pengawasan publik dinilai perlu terus diperkuat. Transparansi dalam proses rekrutmen dan promosi jabatan menjadi langkah penting agar masyarakat dapat memastikan setiap pejabat yang terpilih benar-benar memiliki kompetensi, bukan karena faktor hubungan keluarga.
Pemerintah Provinsi Lampung diharapkan terus memperkuat komitmen terhadap reformasi birokrasi dan menegakkan prinsip good governance untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, berintegritas, serta berpihak pada kepentingan masyarakat luas. (***)
















