Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Diduga Tak Transparan, Proyek Normalisasi Sungai di Lampung Barat Tuai Sorotan

89
×

Diduga Tak Transparan, Proyek Normalisasi Sungai di Lampung Barat Tuai Sorotan

Sebarkan artikel ini

Lampung Barat – MediaViral.co

Pekerjaan normalisasi sungai di Pekon Bumi Hantatai, Kecamatan Bandar Negeri Suoh, Kabupaten Lampung Barat, diduga tidak transparan dan jauh dari standar teknis. Proyek yang berasal dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Barat itu mendapat sorotan dari masyarakat setempat karena dinilai dikerjakan asal-asalan.

Example 300x375

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat (31/10/2025). Saat tim MediaViral.co mendatangi rumah Ketua Kelompok Masyarakat (Pokmas), Agus, yang juga selaku pengelola kegiatan, tampak satu unit alat berat jenis ekskavator di lokasi.

Agus menjelaskan bahwa proyek normalisasi sungai tersebut memiliki anggaran sebesar Rp56 juta. Namun, menurut pengakuannya, sebagian dana tersebut digunakan oleh Syahrudin, selaku Peratin (Kepala Pekon) setempat.

“Nilainya Rp56 juta, tapi sebagian digunakan oleh Pak Syahrudin,” ujar Agus kepada wartawan.

Sementara itu, Candra Dinata, Ketua Ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kabupaten Lampung Barat, meminta aparat penegak hukum (APH) untuk turun langsung melakukan monitoring dan pemeriksaan ke lokasi. Ia menilai pengerjaan proyek tersebut tidak maksimal.

“Kedalaman galian sangat dangkal, sedangkan material hasil pengerukan justru ditumpuk di tepi sungai. Kondisi ini menunjukkan lemahnya pengawasan dari pihak terkait, sehingga pekerjaan terkesan asal jadi,” tegas Candra.

Candra juga mendesak agar aparat penegak hukum mengusut tuntas pelaksanaan proyek normalisasi tersebut, karena diduga terdapat indikasi penyimpangan anggaran.

“Kami menduga ada penyimpangan yang perlu ditelusuri lebih lanjut agar penggunaan dana publik benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD Lampung Barat dan Peratin Bumi Hantatai belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Bersambung… (***)

Example 300250