Pesisir Selatan, Sumatera Barat – MediaViral.co | 15 Oktober 2025
Aroma penindasan rakyat kembali tercium di bumi Pesisir Selatan. Warga Silaut, Kecamatan Silaut, kini bangkit melawan PT. Sukses Jaya Wood, perusahaan yang diduga kuat merampas lahan masyarakat adat dan petani lokal. Di balik nama besar perusahaan yang dipimpin oleh Ali Suyanto alias Ahong, tersimpan luka mendalam bagi warga yang merasa diusir dari tanah sendiri.
Suara kemarahan rakyat Silaut sudah membara. Mereka menuduh PT. Sukses Jaya Wood bertindak sewenang-wenang, mengambil lahan tanpa musyawarah, tanpa ganti rugi, dan tanpa rasa kemanusiaan. Parahnya, hingga kini perusahaan tersebut bungkam — seolah tak peduli terhadap jeritan rakyat kecil yang tanahnya telah diserobot.
“Kami sudah dizalimi! Tanah kami diambil begitu saja. Sampai kapan kami harus diam? Kami mohon kepada Presiden Prabowo Subianto untuk turun tangan menyelamatkan kami dari keserakahan PT. Sukses Jaya Wood!” tegas Hendri Mal (Malur), perwakilan warga Silaut, dengan nada penuh emosi.
Demo besar telah terjadi di lokasi perusahaan pada 10 Oktober 2025, diikuti oleh ratusan warga yang menuntut keadilan. Namun hingga hari ini, tidak ada satu pun pejabat perusahaan yang berani menemui massa. Bahkan masyarakat menduga adanya “beking” kuat di balik perusahaan ini — mulai dari oknum pejabat kecamatan hingga pihak tertentu yang diduga mendapat keuntungan dari aktivitas perusahaan.
Isu semakin liar ketika masyarakat menyebut adanya campur tangan pihak luar negeri, khususnya Cina, yang disebut-sebut telah menguasai pesisir selatan melalui perusahaan ini. Warga menilai, pemerintah daerah terkesan tutup mata, membiarkan rakyatnya menjadi korban di tanah sendiri.
Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Pesisir Selatan dari Fraksi PAN, Novermal, S.H., M.H., dengan tegas menyatakan dukungan penuh kepada masyarakat Silaut.
“Kita tidak boleh biarkan rakyat diinjak-injak. Kalau benar perusahaan itu menyerobot lahan rakyat, harus ditindak tegas! Negara ini punya hukum, bukan tempat bagi perusahaan rakus yang menindas rakyat!” ujarnya lantang.
Namun, hingga berita ini diterbitkan, PT. Sukses Jaya Wood dan pimpinannya, Ali Suyanto (Ahong), belum memberikan klarifikasi resmi.
Kini masyarakat Silaut bersatu. Mereka berjanji tidak akan mundur selangkah pun sebelum tanah mereka dikembalikan. Mereka menegaskan, “Lebih baik mati di tanah sendiri daripada hidup di bawah penindasan perusahaan asing yang rakus dan tidak berperikemanusiaan.”
Warga menyerukan agar Presiden Prabowo, Kapolri, dan Menteri ATR/BPN segera turun tangan mengusut tuntas praktik-praktik kotor yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Rakyat menanti keadilan — bukan janji kosong! (***)
















