Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Viral Gestur Cibir Pendemo, Dheninda Chaerunnisa Ketua Komisi 3 DPRD Gorontalo Utara Mirip Nenek Lampir

9
×

Viral Gestur Cibir Pendemo, Dheninda Chaerunnisa Ketua Komisi 3 DPRD Gorontalo Utara Mirip Nenek Lampir

Sebarkan artikel ini

Gorontalo Utara – MediaViral.co

Publik Gorontalo Utara kembali dibuat geram. Nama Dheninda Chaerunnisa, anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, mendadak viral usai terekam kamera dengan gestur yang diduga mencibir massa aksi saat warga tengah menyuarakan aspirasi di depan kantor DPRD, Senin (13/10/2025).

Example 300250

Video berdurasi singkat itu memantik gelombang kecaman dari masyarakat dan aktivis. Gestur yang dinilai melecehkan perjuangan rakyat tersebut dianggap sebagai bukti nyata arogansi wakil rakyat yang lupa diri. Warganet dan pegiat sosial ramai-ramai menuding Dheninda telah mempermalukan lembaga DPRD melalui sikap tidak pantasnya di depan publik.

“Kalau benar dia menghormati rakyat, tidak mungkin menunjukkan gestur seperti itu saat rakyat bicara! Itu penghinaan terhadap aspirasi masyarakat!” tegas salah satu perwakilan pendemo yang enggan disebut namanya kepada MediaViral.co.

Di tengah derasnya kritik, Dheninda akhirnya buka suara. Ia membantah keras tudingan tersebut, menyebut video yang beredar hanya potongan dari situasi sebenarnya dan telah dipelintir.

“Video itu tidak menunjukkan konteks sebenarnya. Gerakan bibir dan kepala saya bukan untuk mengejek siapa pun. Itu reaksi spontan kepada staf saya yang memberi semangat,” ucap Dheninda dengan suara bergetar saat konferensi pers, Selasa (14/10/2025).

Ia menegaskan, tidak ada sedikit pun niat untuk meremehkan para pendemo, bahkan dirinya mengaku menangis karena kecewa disalahartikan publik.

“Saya sama sekali tidak bermaksud menghina. Saat itu suasana ramai, dan saya hanya menanggapi sapaan staf saya di belakang,” tambahnya dengan nada sedih.

Meski begitu, penjelasan Dheninda belum mampu meredam kemarahan publik. Banyak pihak menilai klarifikasi tersebut hanyalah upaya defensif tanpa kesadaran moral seorang pejabat publik.

“Apapun alasannya, pejabat harus tahu diri. Tidak pantas memperlihatkan gestur yang bisa diartikan melecehkan rakyat. Kalau tidak siap dikritik, jangan jadi wakil rakyat!” tegas salah satu aktivis mahasiswa Gorontalo Utara.

Aksi Dheninda dinilai mencoreng citra DPRD yang seharusnya menjadi wadah penyerap aspirasi rakyat, bukan tempat mempertontonkan sikap sombong dan tidak etis.

Kini, publik menuntut ketegasan Ketua DPRD Gorontalo Utara untuk memanggil dan memeriksa perilaku Dheninda agar tidak menimbulkan preseden buruk bagi wakil rakyat lainnya.

“Ini bukan sekadar salah paham, tapi soal etika dan wibawa lembaga. DPRD harus bersih dari wajah-wajah arogan yang merasa lebih tinggi dari rakyatnya sendiri,” ujar salah satu tokoh masyarakat dengan nada geram.

Meski sudah menyampaikan permintaan maaf, kasus ini belum selesai di mata publik. Rakyat Gorontalo Utara menegaskan: sikap wakil rakyat harus mencerminkan kerendahan hati, bukan kesombongan di balik jabatan. (***)

Example 300x375