Lampung Utara – MediaViral.co
Kondisi jalan di Desa Sirna Galih, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara, dikeluhkan warga karena rusak parah sejak bertahun-tahun. Dari Dusun 1 hingga Dusun 5, ruas jalan dipenuhi batu bercampur tanah, sulit dilewati saat hujan, dan menghambat aktivitas warga serta anak-anak sekolah.
Warga menyebutkan, sejak lama tidak ada perbaikan berarti dari pemerintah daerah, pusat, maupun kabupaten. Baru pada tahun 2025 ini dilakukan pembangunan jalan onderlagh di Dusun 5 Bumi Tinggi dengan anggaran Rp156.394.500 dari Alokasi Dana Desa (ADD). Namun, proyek tersebut dinilai hanya asal jadi.
“Baru beberapa hari dilewati kendaraan, jalan sudah rusak lagi. Pengerjaan tidak sesuai RAB, hanya ditaburi batu lalu disiram pasir. Kami kecewa karena dana besar keluar tapi hasilnya tidak bermanfaat,” ujar salah seorang warga berinisial SR.
Warga menduga kualitas pembangunan jalan sengaja dibiarkan buruk karena adanya praktik penyimpangan. Mereka menuding pihak desa dan aparat pengawas lemah dalam menjalankan fungsi.
“Kami warga tidak minta jalan seperti tol, cukup diaspal supaya layak dilalui. Inspektorat harus turun, periksa ADD dari 2021 sampai 2025. Kalau terbukti ada korupsi, tangkap dan penjarakan oknum yang bermain. Itu uang rakyat, bukan untuk dikorupsi,” tegas warga Dusun Bumi Tinggi.
Masyarakat Desa Sirna Galih berharap pemerintah kabupaten maupun pusat segera memperhatikan kondisi infrastruktur desa mereka. Mereka juga meminta inspektorat benar-benar menjalankan pengawasan dan tidak bekerja sama dengan pihak yang merugikan rakyat. (*)
















