Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

LSM WGAB, Penggiringan Opini yang Tidak Sehat Jelang PSU Papua, Merendahkan Krebilitas Paslon O2 dan Membungkam Suara Demokrasi di Kalangan Pengusaha?!

5
×

LSM WGAB, Penggiringan Opini yang Tidak Sehat Jelang PSU Papua, Merendahkan Krebilitas Paslon O2 dan Membungkam Suara Demokrasi di Kalangan Pengusaha?!

Sebarkan artikel ini

Jayapura / Papua, koranpemberitaankorupsi.id

Menjelang putaran kedua Pemungutan Suara Ulang (PSU) Papua diwarnai berbagai kepentingan yang tentu mengarah pada penggiringan opini publik untuk menyerang dan menjatuhkan lawan politik.

Example 300250

Hal ini dipandang Ketua LSM WGAB Papua, Yerri Basri Mak,SH.,MH sebagai upaya membungkam suara demokrasi dan untuk mengalihkan perhatian masyarakat pada calon tertentu, sementara yang lain dipandang sebela mata.

” Kami sangat menyayangkan adanya pemberitaan yang menjatuhkan Paslon 02, pasangan Mathius D. Fakiri & Aryoko Rumaropen. Ini tidak elok, suatu upaya yang menciderai demokrasi kita. Jelasnya, dapat menghadirkan pertimbangan masyarakat yang sebelumnya cenderung ke kandidat 02 bisa beralih ke Paslon 01 karena pemberitaan yang provokatif dan cenderung dibungkus kepetingan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, baik Paslon 01 atau 02 adalah merupakan Putra Papua terbaik masing-masing dengan rekam jejaknya sendiri yang sudah diketahui orang, bukan saja di Papua tetapi diseluruh Indonesia nama kedua Paslon ini sudah familiar, apalagi dikalangan birokrasi.

Yerri juga berharap kepada seluru insan media ditanah air khususnya di Provinsi Papua jelang PSU, agar dalam pemberitaannya dapat menjaga iklim politik kita dan melihat pada dinamika yang sementara berkembang, demi memberikan rasa aman serta menjaga solidaritas diantara para pendukung dan hal-hal yang berisiko merusak kebersamaan perlu dihindari.

Ia juga heran, ada media yang menyoroti hak demokrasi seorang pengusaha berinisial (MK) yang dituding ikut mendanai pasangan calon 02 awal pencalonan putaran pertama hingga kedua, padahal semuanya dijamin oleh UU RI di negara kita, sebaimana termuat dalam UU No 10 tahun 2016 / UU No 7 tahun 2017.

” Negera kita adalah negara demokrasi yang menjamin kebebasan berekspresi, dan terkait perihal seorang pengusaha MK yang ikut memberikan dukungan, saya kira sah-sah saja. Itu hak demokrasi yang didukung oleh UU, kecuali dalam hal ini pendanaannya dari uang rakyat. Artinya, uang yang mungkin dikeluarkan bukan milik pribadi tapi kelompok untuk kepentingan organisasi, atau dukungan finansial yg diberikan oleh seorang pejabat pemerintah (ASN), kalau terbukti seperti ini jelas melanggar, ” tutur Yerri.

Ia juga menuturkan, selama yang bersangkutan memakai uang pribadi maka tidak perlu diperdebatkan, dan tudingan tentang tambang illegal yang digarap MK adalah bukan kehendaknya sendiri melainkan permintaan dari masyarakat setempat, karena manfaat dan timbal balik yang dirasakan oleh warga lokal pemilik hak hulayat.

Sebagaimana keterangan MK saat dikonfirmasi, ” Saya sendiri tidak bawa diri kesana, saya disana karena permintaan Kepala Suku (Ondoafi) dan masyakarat. Dan atas kesepakatan bersama, mereka yang awalnya tinggal dirumah tidak layak huni, tidak miliki MCK dan tempat ibadah (Gereja) yang memadai, juga ekonomi yang memprihatinkan dan ketidakmampuan membiayai anak sekolah, semuanya kami perhatikan. Tidak hanya itu, akses jalan juga kami mudahkan, dibantu kendaraan roda empat yang kami berikan. Artinya kehadiran kami memberikan dampak berarti bagi kehidupan masyarakat dikampung Malili,” tutur MK.

Dilain kesempatan, ada beberapa warga dari kampung Malili yang ditemui awak media ini bersama sala seorang tokoh adat dikampung tersebut di Sentani menuturkan, betapa kagumnya mereka akan sosok MK yang cukup berkontribusi bagi kehidupan dikampung Malili, terlebih ekonomi yang kini mulai membaik, ditambah bantuan alat transportasi untuk mendistribusikan hasil kebun dan juga untuk mempercepat layanan kesehatan bagi warga yang sakit, semuanya karena MK dan kawan-kawan.

” Pak Mukthar sudah kami anggap sebagai orangtua kami sendiri. Beliau yang mengerti kami, jika bukan beliau, kami tidak tahu akan seperti apa kehidupan kami ini. Kami sangat menghargai beliau, bos Mukthar sangat berjasa bagi kami. Jika ada yang menjelekan orangtua kami, coba kalian datang dan buat seperti yang sudah dilakukan oleh pak Mukthar. Kami merasa sangat terbantu, anak-anak kami bisa sekolah dari SD sampai perguruan tinggi semuanya karena beliau,” ungkap Anton salah satu tokoh pemuda asal kampung Malili.

Yerri kembali mengingatkan, sebagai warga negara yang baik kita wajib terlibat dengan hak suara kita nantinya tanpa ada paksaan atau rayuan dari pihak manapun. Kita juga wajib menjaga keharmonisan dengan memberikan pandangan positif kepada mereka yang aktif bermain media sosial, untuk tidak saling menyerang antara pendukung 01 dan 02, melainkan lebih mengedepankan adab dan sopan santun sebagai manusia yang bermartabat.

(Nando)

Example 300x375